Ratusan Siswa SMP Hanyut di Sleman Saat Ikut Kegiatan Pramuka

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO (SLEMAN)- Sedikitnya 250 orang siswa SMP Negeri 1 Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (21/2) hanyut di Sungai saat ikuti kegiatan penyusuran sungai Sempor di wilayah Outbond Valley Sempor Dukuh, Ngentak, Donokerto, Turi.

Lima diantara siswa tersebut dinyatakan meninggal dunia karena tidak tertolong saat hanyut.

Para orangtua siswa histeris ketika mengetahui kejadian nahas itu.

Para orangtua dan pihak keluarga siswa berkumpul di Klinik Pratama Swa, Turi, Sleman, Jumat sore.

Menurut Kanit Lantas Polsek Turi, Nur Hasan, dari kelima korban meninggal dunia, 3 di antaranya sudah diambil oleh pihak keluarga masing-masing.

“Tiga sudah diambil oleh pihak keluarga masing-masing,” ungkap Nur Hasan.

Nur Hasan menyebut korban atas nama Sophia belum dijemput dan masih berada di klinik.

“Lainnya sudah, tinggal satu yang belum,” tuturnya.

Kini para orangtua siswa yang anaknya belum ditemukan masih berada di lokasi evakuasi mananti kabar buah hatinya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribunnews.com dari PMI Sleman pukul 18.14 WIB, berikut daftar nama korban meninggal dunia:

1. Sofia Aulia (kelas 8) alamat Sumberejo
2. Arisma (kelas 7), alamat Ngentak Tepan
3. Nur Azizah (kelas 8), alamat Kembangarum
4. Latifa, alamat Kembangarum
5. Belum teridentifikasi

Dari data PMI, kegiatan Pramuka itu diikuti oleh 129 siswa kelas 7 dan 127 kelas 8, serta 6 orang tidak jadi ikut kegiatan itu.

Sementara itu, di Puskesmas Turi terdapat 4 korban yang selamat, di antaranya Naswa, Gama, Farah, dan Meisa.

Kemudian di Puri Husada terdapat 1 korban selamat, tapi belum diketahui identitasnya.

Kanit Lantas Polsek Turi, Nur Hasan mengonfirmasikan berita meninggalnya 4 murid SMPN 1 Turi tersebut.

“Sampai pukul 17.30 ada 4 orang murid yang MD (meninggal dunia),” kata Nur hasan di Klinik Swa Pratama, dikutip dari TribunJogja.com.

Nur Hasan menyebut kini pencarian para siswa yang hanyut serta evakuasi masih terus dilakukan.

Dari 256 orang, tidak semua murid ikut kegiatan tersebut, namun sudah ada 146 siswa yang sudah melakukan presensi kehadiran.

“Yang belum ketemu kami belum tahu ya,” Kata Nur Hasan.

Kronologi Sementara
Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, ketika siswa-siswi tersebut turun untuk memulai kegiatan susur sungai, di lokasi tersebut belum turun hujan.

“Namun ternyata di hulu sungai hujan,” katanya saat dihubungi TribunJogja.com, Jumat (21/2/2020) sore.

Akibatnya sejumlah siswa dilaporkan hanyut akibat terseret arus air yang sangat deras.

Saat ini dilaporkan juga bahwa proses evakuasi dan pendataan anak, masih dilakukan.

“Tim SAR gabungan saat ini tengah menyusur sungai Sempor, sementara untuk yang terluka dibawa ke Rumah Sakit SWA,” katanya.

Sebelumnya, Kapolsek Turi, AKP Catur Widodo, melalui sambungan telepon membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Iya (benar), untuk informasi lebih lanjut kita belum bisa laporkan, masih di lapangan,” katanya seperti dikutip TribunJogja.com, Jumat sore.

Adapun kejadian ini, menurut laporan dari Supervisor Pusdalops DIY, Indra, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di Sungai Sempor, Dukuh Donokerto Turi.

Hingga Berita ini dibuat, Mas’ud Rofiqi yang juga selaku Supervisor Pusdalops DIY mengatakan, Tim SAR gabungan dari TRC BPBD, PMI maupun rekan-rekan relawan yang lain masih melakukan pencarian dan upaya evakuasi.

 

 

 

Sumber: tribunnews
Editor: Eka Buana Putra

Comments

Pos terkait