Penjelasan Kepala DLH Kuansing Soal Dampak Lingkungan PT SUN yang Dikeluhkan Warga

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, KUANSING – Menanggapi pemberitaan media ini  yang sebelumnya memberitakan soal keluhan masyarakat Desa Sungai Bawang, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuansing, yang mengeluhkan dampak lingkungan atas aktivitas PT SUN yang disampaikan Kades Sapto Widodo, mendapat tanggapan serius dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kuansing, Drs Rustam, kepada Haluan Riau, dikantornya Kamis (20/02/2020) dengan tegas mengatakan, manajemen PT SUN dalam menjalankan usahanya harus berpegang kepada aturan yang berlaku.

Bacaan Lainnya

Perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) yang berlokasi di desa sungai bawang tersebut tidak boleh melewati batas standar baku mutu yang telah ditetapkan.

Hal baku mutu dimaksud, menurut Rustam, ialah soal uji emisi, pengelolaan lingkungan disekitaran pabrik serta pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Hal inilah yang menjadi standar aturan yang harus dijalankan oleh PKS tersebut, dan kalau hal itu dilanggar oleh perusahaan, Pemkab Kuansing (DLH) tidak akan tinggal diam dan akan mengambil tindakan tegas.

“Aktivitas sebuah perusahaan seperti PT SUN itu harus memberikan dampak positif kepada masyarakat, tidak boleh malah menimbulkan masalah. Saya ingatkan, mereka menjalankan usahanya harus berdasarkan standar aturan yang berlaku. Kalau justru melanggar aturan dan menimbulkan masalah ditengah masyarakat, tentu kita tidak akan tinggal diam. Akan ada sanksi tegas dari pemerintah,” jelas Rustam.

Kemudian lanjut Rustam, yang menjadi persoalan juga terkait kepedulian perusahaan soal CSR terhadap masyarakat setempat lingkungan pabrik, terutama masyarakat desa sungai bawang yang menjadi lokasi perusahaan itu berdiri.

Bantuan CSR itu harus terencana dan terukur, karena CSR itu juga untuk menunjang pembangunan yang dinikmati masyarakat keseluruhan.

“Iya aktivitas sebuah perusahaan itu harus memberikan dampak positif kepada masyarakat, tidak boleh malah menimbulkan masalah. Jadi perusahaan bukan hanya sekedar mengambil keuntungan saja, dan jangan pula malah masyarakat setempat tidak dipedulikan, secara etika kita berusaha itu kan tidak baik.

Saya kira sepanjang perusahaan berkomitmen menjalankan aturan, tentunya tidak akan ada persoalan,” tegas Rustam.
Lanjut ditambahkan Rustam, kepada masyarakat setempat diminta untuk selalu mengawasi pengelolaan lingkungannya, khususnya lingkungan sekitar pabrik.
Tidak boleh membuat kegaduhan, kalau ada sejenis keluhan atau kasus terkait dampak penting lingkungan, masyarakat dipersilahkan melaporkan kepada DLH.

Dan DLH sendiri akan serius dan komit menindaklanjuti dari setiap laporan menyangkut lingkungan hidup.

Untuk diketahui, masyarakat Desa Sungai Bawang, seperti dikatakan Kepala Desanya, Sapto Widodo, mengeluhkan pencemaran udara dari cerobong asap pabrik kelapa sawit PT SUN yang berlokasi di Jalan lintas penghubung desa Sungai Bawang dengan sejumlah desa lainnya di kecamatan singingi.

Sapto menyebut, tidak hanya dampak polusi udara dari cerobong asap, pabrik kelapa sawit yang berlokasi dekat dengan permukiman warga tersebut juga mengeluarkan suara yang sangat bising.

“Selain dari asap yang dapat berdampak kepada saluran pernapasan, kebisingan dari suara mesin pabrik juga menganggu kenyamanan masyarakat,” kata Sapto Widodo ketika itu.(hen).

Comments

Pos terkait