Barantan Wilker Selatpanjang Kembali Tahan Ratusan Kilo Buah Ilegal

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO (SELATPANJANG)- Balai Karantina Pertanian Hewan dan Tumbuh-tumbuhan (Barantan) Wilayah Kerja (Wilker) Selatpanjang kembali melakukan penahanan terhadap buah-buahan ilegal asal China dan Afrika yang masuk ke Kepulauan Meranti melalui Batam, Kamis (20/2) siang.

Diketahui di hari yang sama, Barantan Wilker Selatpanjang juga telah melakukan pemusnahan terhadap buah-buahan ilegal sebanyak 146 kotak dengan berat 568 Kg yang ditahan pada 22 Januari lalu.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Barantan Kelas I Pekanbaru Ferdi mengatakan, buah-buahan itu ditegah ketika petugas melakukan patroli rutin di pelabuhan dan memeriksa setiap kapal yang datang ke Kepulauan Meranti.

“Kita baru saja melakukan penahanan terhadap buah-buahan ilegal yang tidak dilengkapi dokumen dari negara asal. Buah-buahan itu kita temukan di dalam kapal Ferry Miko Natalia yang datang dari Batam saat kita melakukan patroli rutin,” kata Ferdi.

Dirincikannya, ada sebanyak 15 kotak buah dengan berat 250 kilo buah ilegal asal Cina dan Afrika yang masuk ke Kepulauan Meranti melalui Batam. Rincian buah-buah ilegal itu, terdiri-dari jeruk, buah pir dan jeruk Bali. Dikatakan pihaknya belum mengetahui siapa pemilik dari buah-buahan tersebut.

“Buah ini dari Batam. Tapi, kalau dilihat dari kemasannya buah-buahan ini berasal dari luar negeri, Cina dan Afrika. Untuk pemiliknya belum diketahui, tapi kayaknya masyarakat sini juga,” ujar Ferdi.

Buah-buahan yang ditahan tersebut, Barantan akan segera melakukan pemusnahan untuk melindungi masyarakat dari hama dan penyakit.

Dimusnahkannya buah-buahan ini, karena tidak ada dokumen resmi dari negara asal. Selain itu, Kepulauan Meranti, khususnya Provinsi Riau tidak masuk kedalam kawasan yang diperbolehkan masuk buah- buahan dari luar.

“Buah-buahan ini akan segera kita lakukan pemusnahan untuk melindungi masyarakat dari penyakit yang ditularkan dari buah ini. Nanti kita agendakan pemusnahannya, saya mau lapor ke pimpinan dulu,” pungkas Ferdi.

Comments

Pos terkait