Katanya Dapat Bisikan Gaib, Ayah Habisi Nyawa Anak Bungsu

  • Whatsapp
Ilustrasi

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Seorang ayah tega membunuh anak bungsu yang masih berumur tiga tahun, sontak peristiwa itu menghebohkan warga Kelurahan Sialang Munggu, Tampan, Senin (17/2).

Korban bernama Padil Hermansya (3) menjadi tumbal atas pemahaman sesat yang diperoleh oleh ayahnya, H alias Her (38). Mirisnya, peristiwa pembunuhan itu diketahui oleh seluruh anggota keluarga yang tinggal di Perumahan Griya Cipta Blok L No.8 RT 03/RW 10 keluarahan Sialang Munggu, Tampan.

Tetangga pelaku, Endi (39), menceritakan bahwa balita itu ditemukan tewas dalam keadaan leher terlilit alat jemuran pakaian (hanger,red). Dan sudah empat hari terakhir aktivitas dari pelaku sudah mulai tidak wajar bahkan sudah meresahkan warga setempat.

“Sudah empat hari mereka mengurung diri. Pintu rumah dan pagar selalu terkunci, padahal mereka didalam. Sebelumnya, ayah nya itu (pelaku, red) sudah berlaku diluar kewajaran, dia pernah mandi disini (tengah jalan, red). Sering mencari hewan-hewan yang diduga untuk ritualnya itu,” Kata Endi, Senin (17/2).

Rasa tidak percaya pun diungkapkan oleh tetangga lainnya, Anan, yang sebelumnya mereka selalu berbaur dan bersosialisasi dengan warga sekitar. “Biasanya dia (pelaku.red) rajin ke masjid itu. Bersosialisasi sama masyarakat pun bagus. Kami juga kaget, mereka tiba-tiba seperti itu,” Jawab nya Anan.

Disamping itu, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya melalui Kapolsek Tampan AKP Juper Lumbantoruan mengatakan bahwa pelaku bersama anggota keluarga lainnya sudah diamankan oleh pihaknya, untuk dimintai keterangan.

Menurut keterangan pelaku, jelas Juper, korban dibunuh dengan cara mulut disumpal dengan lembaran Al-quran lalu lembaran itu dibakar, lantas korban sulit bernafas hingga meninggal dunia.

“Kejadian itu sekitar jam 03.00 WIB dinihari. Pelaku ini mengaku bahwa ada sosok mahkluk halus yang berada dalam tubuh korban. Dan dia mendapat bisikan agar membunuh anaknya itu supaya makhluk yang ada ditubuh korban itu ikut mati,” Jelas Juper saat ditemui di Mapolsek Tampan, Senin (17/2).

Sebelum dibunuh, korban dibekap lebih dulu dalam kamar. Pelaku membekap sang anak hingga tak berdaya, dan saat itu juga mulut korban disumpal menggunakan kertas al Quran yang telah di robek-robek.

Usai menghabisi nyawa korban, pelaku lalu melilit kan hanger ke leher dengan alasan agar jasad tersebut tidak dilarikan oleh makhluk halus yang bersarang ditubuh korban.

Saat peristiwa itu, anggota keluarga sedang berada dirumah namun tidak menghiraukan perlakuan sangat ayah nya itu. “Dirumah itu dihuni lima orang termasuk korban, ada pelaku inisial H (38), ibu kandung korban inisial J (37), dan dua orang kakak kandung korban inisial FS (14) dan SP (11),” Beber nya.

 

 

 

Reporter: Akmal

Comments

Pos terkait