Ditembak Polisi Israel, Bocah di Palestina Terancam Kehilangan Sebelah Mata

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PALESTINA – Seorang bocah di Palestina baru saja keluar dari sebuah restoran. Polisi Israel menembaknya dengan peluru karet yang mengakibatkan bocah itu terancam kehilangan sebelah matanya.

Menurut keluarga bocah laki-laki tersebut dan para saksi mata, Malek Issa sengaja ditembak di kening dekat matanya pada Sabtu setelah membeli roti lapis (sandwich) di Desa Issawiya, Yerusalem Timur.

Bacaan Lainnya

Dokter mengatakan dampak tembakan tersebut sangat parah. Issa kemungkinan mengalami kerusakan otak.

“Malek sadar tapi kondisinya parah. Tembakan itu menyebabkan patah tulang tengkorak dan wajah, dan pendarahan otak,” kata ayah Issa, Wael, kepada Middle East Eye, dikutip Selasa (18/2).

Saksi mata menyampaikan tak ada kericuhan unjuk rasa atau batu dilemparkan ketika pasukan Israel mulai menembak. Wael mengatakan pasukan Israel datang ke wilayah itu untuk menangkap seorang pria, dan ketika mereka melihat kerumunan mulai berkumpul, mereka mulai menembak serampangan.

Sementara itu, kepolisian Israel mengatakan personilnya telah melakukan “tindakan pengendalian kerusuhan” selama operasi di Issawiya. Namun, rekaman dari lokasi tersebut bertentangan dengan pengakuan Israel, menunjukkan aktivitas normal di jalan sebelum penembakan.

Polisi Israel mengatakan insiden itu sedang diselidiki. Penembakan itu terjadi setelah berbulan-bulan penggerebekan di Issawiya, yang mengakibatkan lebih dari 750 warga Palestina ditangkap.

Wael mengatakan sebuah bus menurunkan Malek Issa dan saudara perempuannya di halte, 200 meter dari rumah mereka. Ibunya mengatakan mereka bisa pulang jalan kaki ke rumah jika cuaca memungkinkan.

Malek Issa kemudian masuk ke sebuah toko membeli roti lapis dan ditembak saat keluar.

Petugas yang menembak Malek Issa mengklaim tak menargetkan Malek, melainkan pada dinding untuk mengkalibrasi pandangannya dan dia pikir bocah itu terkena lemparan batu yang dilemparkan oleh seorang Palestina, menurut laporan Haaretz.

Tetapi ayah Issa membantah klaim itu dan mengatakan polisi itu jelas menargetkan Malek.

“Itu bukan sebuah kekeliruan. Polisi itu tahu bahwa dia membidik antara mata dari jarak dekat. Itu 100 persen disengaja,” katanya kepada Middle East Eye.

Mohammed Abu al-Homs, seorang anggota komite komunitas Issawiya, mengatakan pasukan Israel hadir di desa itu setiap hari selama 10 bulan terakhir.

“Tekanan terus-menerus pada (kami) adalah bagian dari kebijakan berkelanjutan oleh pendudukan terhadap semua orang di Yerusalem,” Abu al-Homs kepada Middle East Eye.

Targetkan Anak-Anak Palestina

Pada November lalu, sekolah-sekolah di Issawiya ditutup untuk memprotes penangkapan seorang siswa berusia 16 tahun dari halaman sekolah.

Warga melihat insiden itu sebagai pelanggaran kesepakatan yang dicapai antara penduduk setempat dan polisi Israel awal tahun yang menyatakan bahwa yang terakhir tidak akan beroperasi di dekat sekolah selama jam mengajar.

Abu al-Homs mengatakan perjanjian itu telah dilanggar beberapa kali.

Abu al-Homs meyakini salah satu taktik tekanan Israel dengan menargetkan anak-anak dengan tujuan menakut-nakuti dan menghalangi generasi muda Palestina.

“Ini adalah tekanan politik dan penargetan biadab terhadap anak-anak, khususnya mereka yang berusia antara 10 dan 12 yang tidak menimbulkan ancaman,” katanya.

“Mereka ingin menekan generasi ini, khususnya para siswa, untuk menghalangi pendidikan Palestina, khususnya di Issawiya.” (sumber:merdeka.com)

Comments

Pos terkait