Aniaya Korban Hingga Tak Sadarkan Diri Dua Rekannya DPO Anak Bupati Rohil Ditahan

  • Whatsapp
Ari Sumarna-Asep Feriyanto.

HALUANRIAU.CO (PEKANBARU)- Pihak kepolisian masih memburu pelaku berinisial A dan B. Keduanya diduga sebagai pelaku penganiayaan berat bersama Ari Sumarna, anak dari Bupati Rokan Hilir (Rohil).

Ketiganya diduga melakukan penganiayaan terhadap Asep Feriyanto (37) hingga tak sadarkan diri. Aksi barbar itu terjadi di parkiran Hotel Mona Plaza, Jalan Soebrantas, Pekanbaru, Kamis (13/2) dini hari. “Tersangka ada 3. Yakni, inisial AS (Ari Sumarna,red) serta dua pelaku lain inisial A dan B,” ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Pekanbaru, Kompol Awaluddin Syam, Minggu (16/2).

Sementara dua pelaku lainnya, A dan B, masih diburu petugas. Keduanya, sebut perwira menengah Polri yang akrab disapa Awal itu, telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Baru satu yang diamankan. Dua orang DPO,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Dumai itu.

Terpisah, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menuturkan, saat ini tersangka AR masih diperiksa secara intensif. “Termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan pendalaman alat bukti lainnya, agar bisa ditentukan keterlibatan tersangka lainnya,” ungkap Nandang.

Dari informasi yang diperoleh, Ari Sumarna bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil. Selain itu, pria berusia 33 tahun itu juga menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kabupaten setempat.

Data yang dihimpun, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Kamis (13/2) sekitar pukul 00.30 WIB di Hotel Mona Plaza, Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru. Awalnya, Ari mendapat informasi jika pacarnya berinisial R, sedang berduaan dengan seorang lelaki di hotel tersebut. Ari bersama 2 orang temannya, langsung mendatangi hotel yang dimaksud untuk mengecek kebenarannya.

Sesampainya di sana, Ari mendapati pacarnya, ternyata sedang berduan dengan korban. Melihat hal itu, Ari naik pitam dan emosinya memuncak. Dia pun secara brutal memukuli korban bersama kedua rekannya.

Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian wajah, dahi serta kening. Perkelahian itu sempat ditegah oleh R, pacar pelaku. Namun usahanya sia-sia. Aksi pemukulan tersebut baru bisa dihentikan setelah 2 orang karyawan hotel yang mengetahui adanya keributan, datang dan mengamankan pelaku.

Pihak hotel kemudian menghubungi petugas dari Polsek Tampan. Tak lama berselang, petugas yang tiba di lokasi, mengamankan pelaku dan membawanya ke kantor polisi. Namun akhirnya, proses penyidikan perkara diambil alih oleh Polresta Pekanbaru. Sementara korban yang mengalami luka parah, dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

 

 

 

Reporter: Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait