Srikandi Anggar Nan Ayu dari Negeri Istana, Bercita-cita Berjuang Untuk Riau di Ajang PON

  • Whatsapp
Ayu Pani

 

HALUANRIAU.CO, SIAK- Sosok Ayu Pani (20 tahun) asal Kelurahan Minas Jaya mungkin tidak banyak orang tahu. Ia adalah salah satu pecinta olahraga anggar di Kabupaten Siak.

Dara manis kelahiran, Pekanbaru 14 Juni 1999 ini, merupakan salah satu atlet anggar kebanggaan Kabupaten Siak yang memiliki segudang prestasi dari berbagai pertandingan.

Ayu mulai mengenal olahraga anggar sejak tahun 2013 yang dikenalkan oleh abangnya, Zulkifli, yang telah lebih dahulu menjadi atlet anggar.

“Awalnya saya belum mengenal tentang olahraga ini, karena sering diajak abang ikut latihan, saya pun tertarik ikut”, kata mahasiswi semester 4 di STIE Prakarti Mulya, Selasa (11/2/2020).

Ayu menceritakan, ada 3 jenis senjata yang digunakan dalam olahraga ini. Seperti foil, epee, dan sabre. Ia sendiri menggunakan jenis senjata foil karena lebih ringan dengan ukuran 89 cm.

Kemudian, disaat bertanding ada kelas-kelasnya, seperti kelas prakadet (umur 14 tahun kebawah), kadet (umur 15 s/d 17), Junior (umur 18 s/d 20) dan senior (umur 20 s/d 35).

Menurut Ayu, olahraga ini bisa menciptakan kebugaran dan ketangkasan yang bisa mengasah kemampuan fisik. Selain itu, dengan melibatkan strategi, taktik, dan kontrol psikologis pada olahraga ini, bisa mengasah kemampuan mental.

“Saya suka bermain anggar karena berbeda dari semua olahraga lain. Olahraga ini tidak begitu banyak yang mengenalnya. Kami dilatih dari fisik dan teknik. Apabila fisik mendukung insya Allah teknik pun akan ikut”, jelas Ayu.

Ayu bilang, butuh kesabaran dan proses untuk menjadi atlit anggar yang tangguh. Seorang atlit anggar harus siap mental dan pencaya diri. Pelatihnya sering bilang siapa yang siap dialah pemenangnya.

Dari kesabaran dan latihannya tersebut Ayu mampu menuai beberapa prestasi. Tahun 2019 pada kejuaraan provinsi di Bengkalis memperoleh mendali perak Junior (single) dan mendali perunggu senior (single). Dikejuaraan open se-sumatra di Aceh memperoleh mendali emas (single).

Kemudian pada pra-PON di Semarang, memperoleh mendali emas (beregu), dan pada kejuaraan nasional meraih mendali perak Junior (single), mendali perunggu senior (single) dan mendali emas (beregu).

Tentu semua ini atas dukungan dan doa dari orang tua, keluarga dan kerabat, dosen maupun sahabat. “Harapan Ayu bisa membanggakan kedua orang tua dan Kabupaten Siak, Riau dan negara”, ujarnya.

“Target saya bisa bermain di PON perorangan dan beregu kemudian bisa memperoleh hasil yang memuaskan”, Pungkas Ayu.

 

 

 

Reporter: Dolly Sandro

Comments

Pos terkait