Sita 1 Kg Lebih Sabu, BNNP Riau Ringkus Kurir dan Pengedar Narkoba

  • Whatsapp
Ilustrasi

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau mengamankan seorang pria yang diduga sebagai kurir sekaligus pengedar narkoba. Dari tangannya, petugas menyita barang bukti berupa 1 kilogram lebih sabu dan beberapa butir pil ekstasi.

Pelaku tersebut diketahui berinisial NH alias Nanang. Pria berusia 21 tahun itu merupakan warga Sumatra Utara (Sumut) yang saat ini tinggal di Perumahan Cipta Karya Mandiri Blok B2 Nomor 6 Gang Gajus Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNNP Riau, Kompol Khodirin mengatakan, Nanang diringkus saat berada di rumahnya pada Selasa (11/2/) sekitar pukul 21.10 WIB.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas mendapati sebuah plastik yang di dalamnya ada bungkusan teh Cina Guan Yin Wang warna hijau berisi 1 kilogram sabu. Selain itu, ditemukan pula plastik berisi 6 paket sedang sabu.

Ada juga plastik berisi 2 bungkus plastik bening les merah. Di dalamya ada 41 butir pil ekstasi warna hijau berbentuk boneka.

Petugas turut menyita barang bukti non narkotika. Di antaranya 1 unit sepeda motor, sebuah timbangam digital, sebuah buku tabungan, dan 2 unit handphone.

Lanjut dia, Nanang dalam melakukan transaksi narkotika, diarahkan oleh seseorang yang biasa dipanggil Si Jul.

“Jadi sistem transaksinya, tersangka ini akan diarahkan oleh pengendali (Si Jul,red) untuk meletakkan narkotika di suatu tempat. Nanti calon pembeli yang akan menjemput narkotika tersebut di tempat yang sudah ditentukan sesuai kesepakatan,” ujar Kompol Khodirin, Kamis (13/2).

Kuat dugaan, Nanang bertindak sebagai kurir dan pengedar. Pengakuannya sementara, dia diupah Rp3 juta untuk sekali transaksi dalam jumlah besar.

“Kita masih mendalami keterangan tersangka, sekaligus menelusuri pemasok narkotikanya. Semua masih dalam pengembangan,” imbuh Khodirin seraya mengatakan, tersangka dijerat dengan Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2009.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas Kompol Khodirin.

 

 

 

Penulis: Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait