Pengerjaan Jalan Tol Pekanbaru Telan Korban Jiwa

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Pengerjaan jalan tol Pekanbaru-Dumai, memakan korban jiwa terhadap salah seorang pekerjanya, beberap hari yang lalu. Korban adalah pekerja perusahaan subkontraktor PT Grant Surya Pondasi (PT GSP) yang sedang memobilisasi alat menuju lokasi pekerjaan.

Korban yang meninggal dunia tersebut bernama Aprianto Manik, 23 tahun, asal Samosir, Sumatara Utara, meninggal dunia setelah tertimpa crane dan nyawanya tidak tertolong karena tertimpa besi-besi crane.

Sekretaris perusahaan HM M Fauzan, menjelaskan, HK sebagai BUMN yang bergerak di industri pengembangan infrastruktur menaruh perhatian lebih pada aspek keselamatan kerja. Dan pihaknya atas kejadian ini akan meminta kontraktor yang terlibat dengan proyek ini untuk mengevaluasi kembali prosedur kerja yang diterapkan oleh vendor/sub-kontraktor mereka

“Kami sangat concern dengan penerapan K3 pada setiap lingkungan kerja di Hutama Karya baik di kantor pusat maupun di proyek, terutama di proyek strategis nasional yang melibatkan banyak pihak. Misi kami menciptakan safety culture di lingkungan perusahaan, jelas Muhammad Fauzan,” Kamis (13/2).

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Alfa Haga Rachmady, mengatakan, Atas insiden tersebut, PT HKI menyatakan pengerjaan proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai tetap berjalan dan tidak dihentikan, setelah terjadinya kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa. Pihak HKI, anak perusahaan BUMN HK, menyatakan kasus tersebut akan tetap diinvestigasi oleh instansi terkait.

“Tetap berjalan pembangunannya, untuk selanjutnya, kami menanti investigasi dari Disnaker terkait hal tersebut. Kami akan kabari segera jika perkembangan lebih lanjut,” jelas Alfa Haga Rachmady.

Dijelaskannya, insiden itu terjadi di lokasi proyek tol Tans-Sumatera Ruas Pekanbaru-Dumai pada hari Senin (10/2). Korban adalah pekerja perusahaan subkontraktor PT Grant Surya Pondasi (PT GSP) yang sedang memobilisasi alat menuju lokasi pekerjaan.

Sesuai prosedur kualitas dan keselamatan HKI, lanjutnya, diwajibkan untuk diselenggarakannya inspeksi bersama oleh HKI, vendor, konsultan dan pemilik pekerjaan untuk menilai kelayakan alat yang akan bekerja.

“Namun sebelum inspeksi tersebut dilakukan, alat diseting oleh korban, dan terjadilah kejadian yang tidak diinginkan tersebut. Korban tertimpa alat berat crane hingga meninggal dunia,” jelasnya.

Saat kejadian tersebut, PT GSP langsung berkoordinasi dengan HKI dan pihak keluarga untuk melakukan evakuasi korban dan langkah lanjutannya sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada.

“Info dari PT GSP yg koordinasi dengan keluarga korban, jenazah korban dihantarkan ke Samosir (Sumatera Utara),” tutupnya.

 

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait