Virus Corona Lebih Berbahaya dari Teroris

  • Whatsapp
Dokter di Wuhan Gelar Pernikahan Hanya 10 Menit karena Virus Corona. ©2020 Merdeka.com

HALUANRIAU.CO, CHINA – Sampai saat ini kematian akibat virus Corona melampaui angka 1.000 dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan virus corona adalah ancaman global yang berpotensi lebih buruk daripada terorisme.

Sementara itu, penasihat medis senior di China memprediksi virus corona di China kemungkinan akan berakhir pada April.

Bacaan Lainnya

“Dunia harus bangun dan menganggap virus musuh ini sebagai musuh publik nomor satu,” kata Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan, dengan menambahkan bahwa vaksin pertama akan tersedia sekitar 18 bulan lagi, dikutip dari Asia One, Rabu (12/2).

WHO juga menamakan virus ini sebagai Covid-19. WHO, kata Tedros, tidak terlalu optimis tentang virus corona.

“Sejujurnya, virus lebih kuat dalam menciptakan pergolakan politik, sosial dan ekonomi daripada serangan teroris,” katanya.

“Itu musuh terburuk yang bisa Anda bayangkan.”

Dampak pembatasan perjalanan, penguncian, dan penundaan produksi semakin terasa pada ekonomi China.

Ketika epidemi menekan ekonomi terbesar kedua di dunia, perusahaan-perusahaan China berjuang untuk kembali bekerja setelah liburan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang, ratusan dari mereka mengatakan bahwa akan membutuhkan pinjaman hingga miliaran dolar untuk tetap bertahan.

PHK Karyawan

Sejumlah perusahaan di China mulai memberlakukan PHK karyawan, meskipun ada jaminan dari Presiden Xi Jinping bahwa pemecatan yang meluas akan dihindarkan, karena rantai pasokan untuk perusahaan global dari produsen mobil hingga ponsel pintar berantakan.

“Jumlah kasus baru turun di beberapa provinsi dan perkiraan wabah akan memuncak pada bulan ini. Saya berharap wabah ini atau peristiwa ini bisa berakhir pada bulan April,” kata Dr Zhong(83), seorang ahli epidemiologi yang memainkan peran dalam memerangi wabah SARS tahun 2003, kepada Reuters.

Hingga Selasa, sebanyak 1.110 orang telah meninggal di China, di mana ada lebih dari 42.700 kasus.

Hanya 319 kasus telah dikonfirmasi di 24 negara dan wilayah lain di luar China daratan, dengan dua kematian: satu di Hong Kong dan yang lainnya di Filipina.

Perusahaan China Xinchao Media pada Senin mengatakan telah mem-PHK 500 orang, atau lebih dari sepersepuluh dari tenaga kerjanya, dan rantai restoran Xibei mengatakan khawatir tentang bagaimana cara membayar sekitar 20.000 pekerjanya. (sumber:merdeka.com)

Comments

Pos terkait