Datuok Rajo Batuah Sampaikan Capaian 2019

  • Whatsapp
BUPATI Kampar membacakan capaian Pemda Kampar selama Tahun 2019.

BANGKINANG KOTA -Kemeriahan dan ke khidmatan Hari Jadi Kabupaten Kampar ke 70 tahun 2020, begitu kental dengan adat istiadat Kampar, bertemakan “Tali bapilin tigo menuju masyarakat Kampar sejahtera” hari jadi Kampar ditandai dengan sejumlah acara yang dihelat mulai dari mangacau kalamai, Basiacuong, nikah massal, becak, pacu sampan, senam sehat sampai berbagai kegiatan perlombaan olahraga digelar disejumlah titik oleh Pemda Kampar.

Usai gelaran acara perlombaan, acara penuh khidmat dimulai sejak pagi Kamis 6 Februari yang merupakan hari jadi Kabupaten Kampar, upacara Hari jadi Kampar dilaksanakan di Lapangan Kantor Bupati Kampar, Kamis pagi.

Bertindak selaku Pembina Upacara, Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH mengajak seluruh masyarakat baik itu Pemerintahan, Tokoh Adat dan Alim Ulama untuk berpegang Teguh pada Tali Bapilin Tigo, ketiga unsur ini diperlukan untuk mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Kampar.

Usai upacara yang dihadiri Forkopimda Riau dan Kampar serta tamu undangan lainnya, rangkaian HUT Kampar dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa di DPRD Kampar.

Dalam Paripurna HUT Kampar ke 70, Bupati menyampaikan sejumlah Capaian tahun 2019 antara lain bidang pendidikan, bahwa alokasi anggaran bidang pendidikan diatas mandatori minimal 35 persen, digunakan untuk pelayanan sektor pendidikan dan setiap tahunnya angka partisipasi kasar (APK) diatas 95 persen yang sudah diatas APK Nasional.

“Saat ini Kampar memiliki lembaga pendidikan sebanyak 1.404 yang terdiri dari 424 lembaga Paud non formal, 350 TK, 492 SD, 131 SMP, serta satuan pendidikan dibawah binaan Kementerian Agama dengan total 131.939 siswa dengan jumlah guru sebanyak 10.516 yang tersebar di 21 Kecamatan. Sementara itu Dirut PTPN V Jatmiko, telah menyerahkan bantuan satu unit bus sekolah kepada pemerintah Kabupaten Kampar,” papar Bupati.

Selain itu, dibidang pengendalian penduduk keluarga berencana pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Bupati Kampar menyampaikan bahwa kasus kekerasan pada perempuan dan anak tahun 2019 hasil penanganan bidang ini turun sebesar 40 persen, bahkan dari 15 kasus kekerasan telah tertangani 100 persen. Dan Kampar berhasil menerima penghargaan nasional tingkat pratama sebagai Kabupaten/Kota layak anak tingkat pratama tahun 2018 dan 2019.

Di bidang kesehatan Bupati Kampar menjelaskan bahwa alokasi anggaran pemerintah Kabupaten Kampar juga telah sesuai ketentuan yakni minimal 10 persen dan digunakan untuk pelayanan kesehatan masyarakat salah satunya dengan mengadakan ambulan disetiap desa, dengan rincian tahun 2017 sebanyak 11 unit, tahun 2018 sebanyak 29 unit, serta ditahun 2019 dialokasikan sebanyak 50 unit. Sedangkan tahun 2020 akan dititipkan pada anggaran Dana Desa masing-masing.

“Selain itu Pemerintah Kabupaten Kampar juga sedang dibangun rumah sakit tipe C (Puskesmas Bangkinang Kota) di lokasi bekas rumah sakit Ibnu Sina, dengan harapan RSUD Bangkinang naik menjadi tipe B pada tahun 2020,” paparnya.

Usai menguraikan prestasi dibidang perhubungan seperti trayek DAMRI dan lain-lain, Bupati juga mengungkapkan capaian di bidang Sosial Keagamaan, bahwa Pemda Kampar telah mengumrohkan tokoh panutan masyarakat dengan rincian, tahun 2017 dan 2018 sebanyak 60 orang dan tahun 2019 sebanyak 30 orang yang berasal dari Desa. Kemudian Kabupaten Kampar ditunjuk tuan rumah MTQ ke-38 Tingkat Provinsi Riau.

“Alhamdulillah kita sukses menyelenggarakan tugas mulia ini dan para kafilah Kabupaten Kampar mampu tampil sebagai juara umum setelah kita kehilangan gelar tersebut selama 26 tahun.”ucap Bupati Kampar.

Capaian bidang Parawisata, seperti objek wisata alam Gulamo terpilih jadi salah satu nominasi kategori “Surga tersembunyi Terpopuler” ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) yang ditaja Kementerian Pariwisata RI.

Kabupaten Kampar juga meraih penghargaan “Destinasi Wisata Favorit” tingkat Provinsi Riau yang menampilkan objek wisata Rimbang Baling. Pemerintah Kabupaten Kampar terus meningkat potensi wisata, dari data Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) terus menunjukkan angka yang baik.

Tahun 2016 terdapat 56 objek wisata, tahun 2017 bertambah menjadi 69, Tahun 2018 menjadi 82 serta tahun 2019 sebanyak 87 objek wisata.

“Kita bersyukur, negeri ini telah dikaruniai keindahan alam yang tak kalah hebat dari daerah lain.”ucap Bupati Kampar seolah tidak ada capeknya memaparkan sejumlah capaian-capaian diberbagai bidang.

Usai Paripurna, Bupati dan tamu undangan menuju Balai Adat yang tidak jauh dari Gedung DPRD, disana orang nomor satu di Kabupaten Kampar ini dinobatkan sebagai payung panji adat, Datuk Rajo Batuah.

Dalam sambutannya usai dinobatkan, sang Rajo Batuah menyampaikan bahwa, untuk kemajuan Kabupaten Kampar kedepan, dirinya berharap agar semua elemen bersama-sama bersatu padu, bergandengan tangan, meneggakkan dan memelihara adat istiadat yang ada di Kabupaten Kampar.

Tampak hadir dalam penobatan yang langsung dilakukan oleh H. Syartuni, Datuk Paduko Majo tersebut Forkopimda Kabupaten Kampar, Perwakilan Kapolda Riau, Sekretaris Daerah Kampar Drs. Yusri, M.Si, Ninik mamak se-kabupaten Kampar, Kepala OPD serta Kepala Bagian dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Dalam sambutannya, Datuk Rajo Batuah, menyampaikan bahwa adat budaya Kampar melekat dengan tali bapilin tigo, tigo tungku sajarangan yang diartikan, pemerintah, tokoh agama serta para tokoh adat secara bersama-sama dan bersinergi membangun Kabupaten Kampar dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

“Dalam Kesempatan yang berbahagia ini pula saya juga menitipkan pesan agar para Datuk, Ninik Mamak serta Tokoh Agama untuk senantiasa berpegang teguh kepada Adat, agar Datuk terus menjadi Suri Tauladan bagi anak kemenakan,” ujar Catur Sugeng.

Dirinya juga berharap ketiga kekuatan ini, pemerintah, Ninik Mamak dan ulama bersatu padu saling mengisi, memberi, asah, asih dan asuh maka saya yakin pembangunan di sektor-sektor strategis diKabupaten Kampar dapat berjalan seperti yang diharapkan.
.
Adat budaya Kampar yang lekat dengan Adat Basandi Syarak, Syarak bersandi kitabullah adalah adat yang didasarkan atau ditopang oleh syariat agama Islam yang syariat tersebut didasari pula pada Al-Quran dan Hadist

Sementara itu, ketua LAK H. Syartuni datuk Paduko Majo dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk pertama kali di bawah kepemimpinan Bupati Kampar, Ninik Mamak dimasukkan kedalam Forkopimda Plus, ini merupakan prestasi tersendiri bagi Pemda Kampar.

Comments

Pos terkait