Publik Diminta Tidak Seret KPK ke Ranah Politik Praktis

  • Whatsapp
Plt Jubir KPK, Ali Fikri.(Internet)

HALUANRIAU.CO (PEKANBARU)-Publik diminta untuk tidak menarik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke ranah politik praktis. Dalam tugasnya, lembaga antirasuah itu fokus dalam upaya penegakan hukum.

Demikian diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Rabu (22/1). Hal itu disampaikannya menanggapi pemberitaan salah satu media online di Pekanbaru yang menyebutkan KPK mengimbau saksi perkara dugaan korupsi di Bengkalis untuk tidak mengikuti Pilkada di kabupaten tersebut.

Ali Fikri membantah bahwa pihaknya mengeluarkan imbauan seperti itu. Dirinya selaku Jubir KPK juga mengaku tidak pernah mengeluarkan statemen seperti yang di media tersebut.

“Saya tidak pernah menyampaikan informasi seperti tertulis di media tersebut,” ujar Ali Fikri kepada Haluan Riau (Haluan Media Group).

Dikatakan dia, KPK merupakan institusi yang fokus bekerja dalam upaya penegakan hukum memberantas korupsi. “KPK berharap pelaksanaan tugas kami sebagai penegak hukum tidak ditarik ke ranah politik praktis,” harap pegawai KPK berlatar belakang Jaksa itu.

Dalam upaya tersebut, khususnya dalam dugaan korupsi di Kabupaten Bengkalis, KPK sangat serius melakukan pengusutan dan pendalaman. Apalagi perkara tersebut disinyalir merugikan keuangan negara dengan jumlah yang sangat besar.

“Yang terpenting, KPK serius menangani kasus dugaan tipikor di Bengkalis ini, karena dugaan kerugian negara sangat besar, yaitu sekitar Rp475 miliar,” sebut dia.

“Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat di Bengkalis juga yang seharusnya bisa menikmati anggaran tersebut dalam bentuk fasilitas publik seperti jalan, dan lain-lain,” sambung Ali Fikri.

Sebelumnya, dalam pemberitaan salah satu media online di Pekanbaru, disebutkan jika KPK mengingatkan dan meminta dengan tegas para saksi yang pernah diperiksa untuk tidak ikut mencalonkan diri dalam helat pilkada serentak tahun 2020.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait