Pegiat Lingkungan : Eksekusi Lahan PT PSJ Sudah Sangat Tepat

  • Whatsapp
Proses eksekusi lahan di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Pelalawan.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO (PEKANBARU)-Sempat tertunda beberapa kali, eksekusi pidana pokok senilai Rp5 miliar terhadap PT Peputra Supra Jaya (PSJ) akhir bisa dilakukan, Jumat (17/1). Langkah ini kemudian mendapat apresiasi dari sejumlah pihak, salah satu Pegiat Lingkungan, Tommy Freddy Simanungkalit.

“Kita sangat apresiasi terhadap langkah Kejari Pelalawan yang telah melaksanakan eksekusi mengenai pidana pokok senilai Rp5 miliar terhadap perusahaan itu,” ujar Tommy di Pekanbaru, Jumat petang.

Eksekusi itu dilakukan sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menjatuhkan vonis bersalah terhadap PT PSJ dalam kasus koorporasi penanaman dan pembibitan sawit tanpa izin di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Pelalawan.

Menurut Tommy, pelaksanaan eksekusi ini sudah sangat tepat. Dalam kesempatan itu, Kejari Pelalawan beserta aparat TNI-Polri beserta jajaran juga melakukan eksekusi terhadap lahan seluas 3.323 hektar yang dirampas untuk negara.

“Saat ini petugas telah berhasil melakukan eksekusi dengan melakukan penumbangan tanaman kepala sawit sekitar 8 hektare di kawasan itu,” sebut dia.

Menurut dia, pemilik konsesi yakni PT Nusa Wana Raya (NWR) juga harus diberikan sanksi. Walaupun perusahaan itu sebagai penggugat dalam perkara ini.

“Ada baiknya pemilik konsesi yaitu PT NWR diberi sanksi juga. Yakni, bertanggung jawab untuk menghutankan kembali karena mereka lalai dalam melakukan pengawasan dan pengamanan lahan itu,” sarannya.

Sebelumnya, Kepala Kejari (Kajari) Pelalawan Nophy Tennophero Suoth melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Pelalawan, Agus Kurniawan menjelaskan, eksekusi ini sesuai dengan amar putusan MA yang menjatuhkan vonis bersalah terhadap PT PSJ dalam kasus koorporasi penanaman dan pembibitan sawit tanpa izin.

“Kita telah melaksanakan eksekusi administrasi terhadap lahan seluas 3.323 hektare, pada 16 Desember 2019 lalu. Jaksa juga akan melakukan eksekusi pada pidana pokoknya, yaitu denda sebesar Rp5 miliar, karena yang menjadi terpidana dalam kasus ini adalah koorporasinya yaitu PT PSJ,” jelas mantan Kasi Intelijen Kejari Rokan Hulu (Rohul) itu.

“Kita sudah menindaklanjuti eksekusi pidana pokok ini. Kejaksaan sudah beberapa kali melakukan pemanggilan terhadap pimpinan PT PSJ, namun sampai hari ini mereka belum memenuhi panggilan kita,” sambungnya.

Terkait hal itu, pihaknya berencana kembali akan melakukan pemanggilan kembali terhadap perusahaan itu. Jika PT PSJ tetap tidak menggubris, maka pihak Kejaksaan akan meminta petunjuk dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Kejaksaan Agung.

“Intinya, kita akan upayakan agar pihak PT PSJ mau dan taat dalam membayarkan denda ini,” tegas Agus Kurniawan.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait