Kapal Nelayan Asal China Tenggelam di Kupang

  • Whatsapp
Kapal nelayan China tenggelam di Kupang. ©2020 Merdeka.com/Ananias Petrus

HALUANRIAU.CO, KUPANG – Kapal nelayan asal China Fu Yuan Yu 831 tenggelam di perairan Kupang.

Kapal tersebut awalnya disita negara dalam kasus pencurian ikan di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste sejak 2017 lalu.

Bacaan Lainnya

Tenggelamnya kapal tersebut akibat diterpa badai.

“Kapal selama ini diamankan di antara Pulau Semau dengan pelabuhan Tenau Kupang. Kapal itu tenggelam akibat badai beberapa waktu lalu, sekitar Desember 2019 mulai kemasukan air hingga saat ini tenggelam,” kata Mubarak, Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kupang, (17/1/).

Menurutnya, kapal bertonase 598 GT itu tenggelam akibat kondisi pelat kapal yang mengalami penipisan. Sehingga air laut mulai masuk ke dalam kapal.

Kapal Berencana Dilelang

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kupang berencana melelang kapal tersebut setelah proses hukum selesai dilakukan. Namun, Kementerian Kelautan dan Perikanan meminta agar dimanfaatkan dan rencananya dijadikan museum dan dipindahkan ke Pangandaran, Pulau Jawa.

“Sampai saat ini kapal tersebut belum juga dipindahkan dan dimanfaatkan, sampai kapal tersebut tenggelam dengan sendrinya,” ujarnya.

Mubarak menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejaksaan maupun KSOP setempat untuk melakukan evakuasi bangkai kapal tersebut.

Pelaku Didenda Rp100 Juta

Kapal China Fu Yuan YU 831 ditangkap petugas PSDKP Kupang pada akhir November 2017 saat mencuri ikan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di wilayah perbatasan negara dengan Timor Leste.

Dalam penangkapan kapal yang melaut dengan bendera Timor Leste itu, petugas berhasil mengamankan kapal bersama 21 awak beserta barang bukti berupa 30 ton ikan.

Ada dua tersangka dalam kasus itu yakni nakhoda kapal Weng Shi Yi dan kepala kamar mesin Li Zhaofeng dan diproses hukum di Pengadilan Negeri Kupang.

Berdasarkan hasil keputusan Hakim Pengadilan Negeri Kupang, kedua pelaku tidak divonis penjara melainkan denda senilai Rp100 juta dan barang bukti kapal disita negara. (sumber:merdeka.com)

Comments

Pos terkait