Kejutan, Istri Bupati Inhu Bakal Ikut Jalur Perseorangan

  • Whatsapp
Dua pasang bakal calon Bupati dan Wakil Bupati jalur perseorangan di Kabupaten Indragiri Hulu

RENGAT (HR)-Sebuah kejuatan tampaknya akan ada pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di kabupaten Indragiri Hulu tahun 2020 ini. Pesta Demokrasi pemilihan Bupati dan wakil Bupati Indragiri Hulu akan diramaikan dengan munculnya dua calon perseorangan yang selama ini belum pernah terjadi di Inhu.

Kejuatan itu terlebih lagi datang dari istri Bupati Indragiri Hulu yang saat ini masih aktif, H Yopi Arianto. Istrinya yang bernama Rezyta Meylani diinformasikan akan mendaftar sebagai calon perseorangan dan akan berpasangan dengan kepala Bappeda Inhu saat ini, Junaidi Rahmat.

Informasi ini didapat dari ketua KPU Indragiri Hulu, Yenni Mairida SE MM. Satu satunya wanita di komisioner KPU Inhu ini menyatakan bahwa sudah ada dua orang penghubung yang biasa disebut KPU dengan istilah (Liaison officer) yang berkonsultasi dengan KPU Inhu terkait dengan pendaftaran calon perseorangan.

Koordinasi yang dilakukan dua LO tersebut dilakukan untuk mempertanyakan prosedur pendaftaran calaon perseorangan yang akan dilaksanakan 19-23 Februari 2020 mendatang. Ini merupakan sinyal bahwa dua calon yang diwakili LO tersebut memang akan mendaftar sebagai calon perseorangan.

Salah satu LO tersebut memang mewakili Rezyta dan Junaidi.”Benar, sudah ada dua LO untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati mengantarkan mandatnya ke KPU,” ungkap Ketua KPU Kabupaten Inhu Yenni Mairida SE MM, Selasa (14/1).

Disampaikannya, dua LO yang sudah menyampaikan mandat itu untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati dr H Nurhadi SPoG yang berpasangan dengan Kapten (purn) Toni Sutianto SH. Kemudian LO atas nama, Rezita Meylani dan Drs H Junaidi Rachmad Msi.

Mengingat formulir dukungan untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati jalur perseorangan menggunakan aplikasi khusus, maka LO akan mendapatkan pelatihan untuk itu, agar mengetahui cara cara pendaftaran tersebut.

Untuk jumlah dukungan untuk pasangan perseorangan. Dimana pasangan calon bupati dan wakil bupati yang maju melalui jalur perseorangan, minimal didukung 24.395 KTP dari jumlah pemilih 287.003 orang.

Dukungan tersebut minimal tersebar di 8 kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Inhu. “Berkas dukungan jalur perseorangan sudah diserahkan ke KPU dari tanggal 19 hingga 23 Februari 2020,” tambahnya.

Memang cukup mengejutkan, meskipun sebelumnya sudah tersebar ke publik pasangan Rezyta dan Junaidi, namun tidak ada yang mengira akan maju dari jalur independen. Hal ini mengingat, bahwa Yopi Arianto merupakan ketua DPD Golkar Inhu dan sudah berkomunikasi dengan beberapa partai lainnya seperti PAN dan Perindo.

Namun bisa saja ini bentuk strategi yang akan dijalankan oleh pria yang pernah menjadi Bupati termuda Indonesia tersebut. Bisa juga bentuk trauma sang Bupati yang dua kali dalam pencalonannya, partai Beringin tidak pernah menjadi pengusung dirinya dalam dua Pilkada yang diikutinya.

Berbeda dengan satu pasangan lainnya yang memang dari awal sudah menyatakan maju dari jalur perseorangan, meskipun sebelumnya Nurhadi berharap akan mendapatkan dukungan dari PKS, dimana sang Istri merupakan satu satunya anggota DPRD Inhu perempuan dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

 

 

 

Penulis: EBP

Comments

Pos terkait