Industri Otomotif Diprediksi Kembali Melambat Tahun Ini

  • Whatsapp

BEIJING (HR) – Asosiasi Produsen Otomotif Cina (China Association of Automobile Manufactur) memperkirakan, perlambatan kinerja industri otomotif diperkirakan akan kembali menyusut untuk ketiga kalinya secara berturut-turut pada tahun ini. Sementara itu, para pengamat melihat, kota-kota lower tier akan membantu mengurangi laju penurunan.

CAAM memperkirakan, terjadi penurunan dua persen dalam penjualan kendaraan sampai akhir tahun. Angka ini membaik dibandingkan penurunan 8,2 persen pada 2019 ketika penjualan tertekan dengan standar emisi baru dan perlambatan ekonomi akibat persaingan dengan tarif impor Amerika Serikat.

CAAM juga mengatakan, penjualan mobil menurun untuk bulan ke 18 berturut-turut pada Desember. Penjualan tahunan mulai turun pada 2018 sebesar 2,8 persen, menghentikan langkah pertumbuhan yang dimulai pada 1990-an.

“Efek negatif dari pemotongan pajak pembelian pada 2015-2017 telah menghilang, dan penjualan mobil di kota-kota yang lebih rendah (low tier) diharapkan pulih,” kata analis senior di LMC Automotive, Alan Kang, Senin (13/1).

Berbeda dengan proyeksi CAAM, Kang berharap terjadi pertumbuhan penjualan mobil China 0,05 persen pada 2020. Sebab, ketegangan perdagangan antara Cina dengan AS sudah mereda yang membantu memulihkan kepercayaan konsumen.

Produsen mobil global telah berhati-hati dengan prediksi mereka setelah memotong produksi, menutup pabrik dan memecat staf pada tahun lalu.

Jajaran eksekutif produsen mobil seperti Geely dan mitra Ford Motor Co, Chongqing Changan Automobile Co Ltd, mengatakan bahwa mereka mengharapkan persaingan yang lebih ketat pada tahun ini. Tujuannya, menyingkirkan pemain yang lebih lemah.

Ford mengatakan, penjualan mobil China merosot lebih dari seperempat pada 2019, lebih lambat dibandingkan 2018 yang mencapai 37 persen. Di sisi lain, segmen high-to-premium memiliki melihat pangsa pasar yang masih stabil.

Dengan dinamika yang masih tinggi, General Motors Co tetap berhati-hati pada 2020. “Kami memperkirakan penurunan pasar akan berlanjut pada tahun 2020, dan mengantisipasi tantangan yang sedang berlangsung dalam bisnis China kami,” presiden GM China Matt Tsien.

General Motors Co melaporkan, terjadi penurunan 15 persen dalam penjualan di Cina sepanjang 2019. Sementara itu, Volkswagen AG yang turun 1,1 persen dalam 11 bulan pertama di tahun 2019.

Kondisi lebih terang terjadi pada Toyota Motor Corp Jepang dan Honda Motor Co Ltd serta pembuat kendaraan listrik AS Tesla Inc. Mereka mulai mengirimkan sedan buatan Cina dari perusahaan masing-masing.(rpc/nie)

Comments

Pos terkait