Tersangka Penyimpangan Dana UED SP Desa Bukit Batu Lebih dari Satu Orang

  • Whatsapp
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bengkalis, Agung Irawan SH MH

PEKANBARU (HR)-Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis telah mengantongi tersangka dugaan korupsi penyelewengan dana Usaha Ekonomi Desa (UED) Simpan Pinjam (SP) di Desa Bukit Batu, Kecamatan Bukit Batu. Jumlah tersangka diyakini lebih dari satu orang.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bengkalis, Agung Irawan, membenarkan hal tersebut. Dikatakan dia, tersangka dalam perkara tersebut berjumlah 3 orang.

“Penetapan tersangka sudah. Ada 3 orang,” ujar Agung kepada Haluan Riau (Haluan Media Group), Kamis (9/1).

Kendati begitu, Agung belum bersedia memaparkan identitas para pesakitan tersebut. Pasalnya, sejauh ini penyidik belum melakukan pemeriksaan terhadap mereka dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

“Untuk identitasnya nanti dulu. Setelah mereka diperiksa, baru kita sampaikan identitasnya,” sebut mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Kampar itu.

Dilanjutkannya, pihaknya telah melayangkan surat panggilan terhadap ketiga tersangka tersebut. Dimana, jadwal pemeriksaan terhadap para tersangka, akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Surat panggilan sudah kita layangkan ke para tersangka. Dalam waktu dekat mereka kita periksa atas statusnya sebagai tersangka,” imbuh dia.

Untuk diketahui, dugaan penyelewengan dana UED SP Desa Bukit Batu ini diusut oleh Korps Adhyaksa setempat berdasarkan laporan masyarakat. Dalam proses penyidikannya, sejumlah pihak telah diperiksa.

Adapun saksi yang diperiksa itu berasal dari aparatur Desa Bukit Batu, dan pengelola UED SP. Diyakini, para tersangka juga telah diperiksa dalam statusnya sebagai saksi.

Penyidik juga telah mengantongi hasil audit penghitungan kerugian negara dalam perkara itu. Dalam audit yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Bengkalis, kerugian negara mencapai Rp1,2 miliar.

 

Reporter : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait