Ini Langkah PT PLN (Persero) ULP Pangkalan Kerinci Menyukseskan Nataru 2020

  • Whatsapp

 

PANGKALAN KERINCI (HR)- PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pangkalan Kerinci terus melakukan pembenahan baik dalam pelayanan maupun jaringan dalam menyambut Natal dan Tahun baru (Nataru) 2020.

“Strategi operasi dan langkah preventif sudah dilakukan oleh PLN jauh sebelum Nataru tiba,” ujar Menejer PT PLN ULP Pangkalan Kerinci Endryes Pratama alias Iwan ketika ditemui di Pangkalan Kerinci, Jumat (27/12).

Kata Ia lagi, upaya yang dilakukan dengan membentuk tim siaga khusus, membuat prosedur tetap untuk pengamanan suplai listrik, hingga memeriksa semua kelengkapan peralatan dan kesiapan petugas.

“Kita sudah mempersiapkan 8 posko dengan 68 orang personil yang akan siaga 24 jam. Seluruh darurat PLN akan ditangani secepatnya oleh mereka,” ungkapnya.

Masih kata dia lagi, sebagai upaya yang dilakukan PLN dalam menjaga kondisi tetap terjaga adalah dengan melakukan prediktif maintenance dan korektif maintenance.

“Sebelumnya kita melakukan pembersihan ranting pohon serta pemeriksaan jaringan, khususnya di titik rawan yang berpotensi sebagai penyebab gangguan. Kita juga melakukan percepatan penyelesaian gangguan yang diakibatkan faktor alam seperti hujan, sambaran petir dan pohon tumbang,” ucapnya lagi.

Kembali dijelaskannya khusus untuk Nataru 2020, PT PLN juga sudah memfokuskan untuk pemeriksaan dan perbaikan jaringan distribusi di titik lokasi yang rawan banjir.

“Kita saat ini telah mematikan 4 trafo yang diakibatkan kondisi alam banjir di Langgam dan salah satunya yang berada didekat jembatan,” terang pria yang akrab disapa dengan panggilan Iwan ini lagi.

Terkait adanya keluhan, baik itu soal jaringan maupun instalasi listrik di rumah pelanggan pada masa Nataru 2020, Iwan mempersilahkan warga masyarakat menghubungi Call Center PT PLN (Persero) ULP Pangkalan Kerinci di Nomor 123 atau Kantor PT PLN (Persero) ULP yang terdekat.

“Tim Kita akan datang secepatnya untuk menyelesaikan apa yang menjadi keluhan warga,” kata Iwan mengakhiri.

 

 

Reporter: Anton Dalimunte

Comments

Pos terkait