Sebelum Terjun ke Jurang, Sudah Terjadi Hal Ini Sebanyak Tiga Kali Pada Bis Sriwijaya Express

  • Whatsapp
Proses pencarian korban kecelakaan Bus Sriwijaya di Sungai Memang Sumsel masih terus dilakukan

PEKANBARU (HR)-Sudah 31 orang korban tewas, dari kecelakaan maut bus Sriwijaya jurusan Palembang-Bengkulu, dua hari lalu. Bus terjun ke jurang Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Dempo Selatan, Sumatera Selatan.

Sementara masih ada beberapa orang lagi yang ditemukan dan diduga terbawa deras air Sungai Lematang. Hal ini mengingat banyak korban yang ditemukan berada di luar bus atau terseret arus.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Supriadi menemukan temuan baru terkait kecelakaan maut Bus Sriwijaya Ekspress.

Dilansir dari IDNTimes.com, Rabu (25/12/2019), dia mengatakan, sebelum kejadian sopir Bus Sriwijaya, Fery, diduga mengantuk. Selama perjalanan hampir tiga kali bus yang dikendalikan Fery bertabrakan dan nyaris masuk jurang sebelum akhirnya kejadian nahas itu terjadi pada Senin (23/12) pukul 23.30 WIB.

“Sebelum kecelakaan (masuk jurang), kendaraan mengalami beberapa permasalahan. Mulai dari hampir masuk siring, bertabrakan dengan kendaraan lain dan kecelakaan. Ada indikasi diduga sopir mengantuk saat membawa kendaraan,” kata dia.

Salah satu penumpang Bus Sriwijaya yang selamat, Hasanah (52) menuturkan, memang sepanjang perjalanan bus yang ditumpanginya itu hampir terbalik, beruntung ada mobil travel yang menolong.

“Seluruh penumpang langsung disuruh turun. Waktu itu ada mobil travel yang lewat, kami minta tarik,” ujar dia mengingat kondisi mencekam sebelum terjun bebas.

Usai kejadian tersebut, cerita Hasanah, bus kembali melanjutkan perjalanannya. Namun, tidak berselang lama, Bus Sriwijaya tersebut menabrak pembatas jalan dan meluncur langsung ke jurang. Hal itu membuat semua penumpang panik. Kondisi saat itu serba gelap, membuat para penumpang yang selamat memecahkan kaca untuk berusaha keluar.

“Di luar arusnya sangat deras, yang selamat berusaha naik ke atas mobil agar tidak terbawa arus. Cucu saya, Aisyah Awaliah Putri (9), hanya berteriak ke atas agar ada orang mendengar,” kata dia.

Nasib berkata lain, Hasanah dan cucunya selamat dan saat ini sudah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Basemah Kota Pagaralam. Namun tetap saja Hasanah masih trauma atas kejadian nahas tersebut.

“Sopir kami bawa mobilnya ngebut terus, kita jadi takut. Saya tidak bisa tidur, waktu itu saya lagi ngobrol sama cucu. Tiba-tiba bus langsung terjun begitu,” kata dia.

Terkait ada dugaan Bus Sriwijaya yang tidak layak jalan dan melebihi kapasitas, pihak Polda Sumsel enggan menyimpulkan lebih dulu, mengingat bus maut tersebut masih berada di dalam jurang.

“Kita tunggu investigasi dishub (Dinas Perhubungan), karena yang berhak untuk mengatakan layak atau tidaknya itu mereka. Yang jelas nantinya dishub yang memberi surat rekomendasi kepada kepolisian, nanti baru kita panggil pengusahanya,” ujar Supriadi.

Supriadi melanjutkan, untuk memperlancar investigasi, pihak Polda Sumsel akan berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk memeriksa pemilik perusahaan.

“Karena perusahaan angkutan umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) itu berada di Provinsi Bengkulu. Kita akan koordinasi juga,” jelas dia.

Sumber: lawjustice/eka

Comments

Pos terkait