IDI: Bantuan Banjir Sebaiknya Jangan Mi Instan

  • Whatsapp
IDI kirimkan 62 orang tenaga medis untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir di Rohul

PASIR PENGARAIAN (HR)-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan atensi terhadap bencana banjir yang melanda Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Khususnya di Kecamatan Bonai Darusalam yang menjadi daerah terparah.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana banjir di Rohul dan Bonai, IDI Rohul bekerjasama dengan IDI wilayah Provinsi Riau turun ke Kecamatan Bonai Darusalam untuk melakukan pengobatan gratis kepada warga yang terserang penyakit akibat banjir.

Kegiatan Pengobatan gratis yang melibatkan 62 dokter. Di antaranya, adalah dokter sepesialis, ada sekitar 500 warga yang berobat. Mereka kebanyakan mengalami gangguan usus dan pencernaan serta diare, di samping keluhan penyakit Kulit, sesak napas, demam, hipertensi dan pilek.

Menurut Ketua IDi Rohul dr Zuldi Afki, banyaknya warga yang mengalami gangguan usus dan pencernaan serta diare kemungkinan disebabkan karena faktor makanan dan Sumber air bersih yang tercemar.

Untuk itu, Zuldi menyarankan, agar bantuan korban banjir difokuskan kepada jaminan ketersediaan air bersih.

“Pemerintah saran kami fokus menyiapkan sumber air bersih, karena dalam bencana banjir, potensi terbesar warga terserang penyakit itu berasal dari air, kalau mereka mengkonsumsi air tidak bersih maka dikhawatirkan banyak masyarakat yang sakit khususnya diare,” jelas Zuldi, Sabtu (14/12).

Selain faktor air, terangnya, hal yang juga menentukan daya tahan tubuh saat warga mengalami bencana dan cuaca ekstrem, adalah makanan. Dalam situasi bencana, asupan gizi yang dikonsumsi korban banjir haruslah tetap terjaga, karena mereka menghadapi situasi yang tidak normal.

“Untuk menjaga suhu tubuh dan meningkatkan anti body saat banjir, masyarakat membutuhkan asupan makanan-makanan berprotein tinggi seperti nasi, susu, ikan, daging telur dan lainnya,” jelasnya.

IDI menyarankan, bantuan kepada korban banjir jangan lagi memberikan makanan-makanan instan seperti mi instan yang banyak mengandung zat yang tidak baik bagi tubuh dan sulit dicerna.

“Jangan lagi diberikan makanan yang sifatnya instan atau siap saji karena makanan instan banyak mengadung zat tidak baik bagi tubuh seperti MSG. Apalagi, mi instan itu sifatnya mengenyangkan tapi di dalam tubuh mi instan sulit dicerna karena meengandung pengawet. Jika dikomsumsi terus menerus dikhawatirkan menyebabkan  kerusakan dinding usus,” jelasnya.

IDI menyarankan, untuk pemenuhan makanan korban banjir sebaiknya mengutamakan pembukaan dapur-dapur umum dengan sumber makanan yang jelas, kualitas gizi dan air bersih terjamin. Sehingga, kesehatan masyarakat dalam kondisi banjir seperti saat ini dapat terus terjaga.

Sumber: cakaplah.com/eka

Comments

Pos terkait