Lagi lagi Sijago Merah Melahap Lahan Sawit Milik Kadus Buatan Lestari

  • Whatsapp
Lahan milik warga Bungaraya di Kampung Tuah Indrapura terbakar

SIAK (HR)- Baru saja musim penghujan tiba di Kecamatan Bungaraya, namun tidak mengubah kondisi terjadinya titik api. Kali ini, si jago merah dengan cepatnya melahap lahan sawit milik Wawan Budiprianto, salah satu Kepala Dusun Kampung Buantan Lestari yang berada di Kampung Tuah Indrapura, Kecamatan Bungaraya.

Lahan milik Prianto ini seluas 3 hetar yang hangus terbakar, dan ditambah lagi lahan milik tetangganya sekitar 4 hetar. Diduga pelakunya adalah orang luar penjerat babi, atau pemburu ikan dan burung dimalam hari.

“Kebakaran ini terjadi pada waktu malam hari, waktu itu kami mendengar informasi dari masyarakat bahwa lahan kami terbakar, dan kami langsung kroscek kelapangan, ternyata api sudah menjalar kemana-mana,lalu kami langsung menghubungi pihak terkait untuk melakukan pemadaman hingga sampai saat ini,” kata Prianto kepada Haluanriau.com, Selasa ( 10/12/2019).

Prianto tidak bisa berbuat apa-apa,melainkan hanya bisa melihat kebun sawitnya yang sedang subur-buburnya itu di lahap api dengan begitu cepat. Kobaran api yang begitu besar tak berdaya untuk ia padamkan.

” Saya hanya pasrah melihat kebun saya yang hangus terbakar, dan tentunya saya juga mengucapkan terima kasih kepada dinas terkait, Danramil,Polsek,Upika Kecamatan, Banser, Damkar,MPA dan Satgas PT.TKWL, yang membantu untuk memadamkan api di kebun saya dan tetangga sehingga tidak merembet kemana-mana,”ungkapnya.

Camat Bungaraya Hendy Derhavin ketika dikonfirmasi di TKP mengatakan bahwa, diperkiraan sekitar lima atau tujuh hetar lebih lahan masyarakat yang terbakar, dan pihaknya bersama Polsek, Danramil, serta dinas terkait sudah melakukan pemadaman selama dua hari, namun karena kondisi angin yang begitu kencang, dan asap yang tebal sehingga menghalangi petugas untuk melakukan pemadaman.

” Kita bersama pihak kepolisian,MPA,Danramil, PT.TKWL,Banser, Damkar, Persatuan Kadus dan masyarakat sekitar untuk melakukan pemadaman. Kesulitannya dalam melakukan pemadaman ini yaitu faktor angin yang begitu kencang,dan asap yang begitu tebal, untuk itu kita berharap kemari mendung dan hujan,namun ternyata hujannya hanya diluar tempat kebakaran,sehingga api masih saja hidup sampai saat ini,”jelasnya di lokasi kebakaran.

Derhavin berharap, masyarakat agar berhati-hati dan peduli untuk tidak bakar lahan sembarangan,karena dampaknya luar biasa.

“Tentunya kita berharap masyarakat bisa peduli dan waspada jangan bakar lahan sembarangan, karena bisa berdampak kabut asap yang sangat menyengsarakan masyarakat dari mulai ibu hamil, balita,sampai orang tua, dan akan mengakibatkan diliburkannya anak sekolah karena kabut dan lain lain,”tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Bungaraya AKP Amarllulah menjelaskan bahwa, kebakaran itu terjadi pada malam hari, dan diketahui masyarakat sejak subuh hari.

“Indikasi terjadinya kebakaran itu pada malam hari, berkemungkinan besar itu ada kelalaian pada orang-orang yang menjerat burung dan babi, namun siapa yang menjerat babi, dan siapa yang menjerat burung yang disini kebanyakan bukan warga tempatan, dan rata-rata itu warga pendatang yang mungkin mencari nafkah dengan cara begitu. Kita sudah menghimbau semua warga, untuk berhati-hati lagi apa bila mereka kekebun atau kehutan untuk tidak melakukan hal-hal yang mengakibatkan kebakaran,”ungkapnya.

Ketika ditanya, apakah sudah ditemukan yang diduga sebagai pelakunya? Amarullah menjawab masih diduga dan pelakunya masih belum jelas, karena kejadiannya dimalam hari, sehingga pihaknya belum bisa membuktikan disebabkan masyarakat tak ada yang bisa dijadikan saksi.

“Lebih baik mencegah sebelum terjadi nya kebakaran, dan kita menghimbau,supaya masyarakat untuk sama sama mencegah agar tidak terjadi kebakaran, dan apa bila terjadi kebakaran mari bergandeng tangan untuk melakukan pemadaman,”pungkasnya.

 

 

Kontributor: Sugianto

Comments

Pos terkait