Alami Kecelakaan Kerja, Karyawan Indah Kiat Ini Kondisinya tak Terbayangkan

  • Whatsapp
Marlis beberapa waktu lalu memposting di media sosialnya "Menunggu Waktu" dan berfoto seperti diatas kuburan dengan pohon diatasnya. Ini dianggap kawan kawannya sebagai tanda tanda

 

PERAWANG (HR)- Kecelakaan kerja (laka kerja) di pabrik kertas terbesar di Asia Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) kembali terjadi. Insiden yang terjadi, Selasa (10/12) kali ini sungguh tragis. Akibat laka kerja itu tubuh korban tinggal serpihan daging dan kulit nya yang sudah bercampur dengan bubuk kayu.

Diketahui setelah awak media mendatangi rumah duka di Jalan Manggis Desa Perawang barat kec Tualang Kabupaten Siak. Korban yang merupakan karyawan IKPP ini bernama H Marlis.

Sebelum bertugas di area WP 2, Marlis merupakan anggota security IKPP.

Menurut keterangan rekan kerja korban yang enggan disebutkan nama nya bahwa laka kerja tersebut terjadi sekira pukul 02:00 WIB, di area kerja WP 2 IKPP.

Kapolsek Tualang Kompol Pribadi SH membenarkan kejadian laka kerja yang menimpa saudara Marlis. Setelah Tim medis dan anggota polsek tualang melakukan olah visum terhadap potongan tubuh korban di RSUD Tualang , jenazah di bawa kerumah duka sekira pukul 12:30 WIB dan langsung di selenggaran Salat Jenazah di Mesjid Raudatul Jannah dan kemudian langsung dikebumikan dipekuburan Km 8 Desa Perawang Barat.

Pihak perusahaan melalui Humas, Armadi menyampaikan turut berduka cita yang sedalamnya atas insiden laka kerja yang menimpa HMarlis.

“Perusahaan akan menjamin penuh hak hak yang wajib diterima ahli waris, dan perusahaan akan mengevaluasi kembali sistem kerja di area WP 2 agar tidak terjadi lagi insiden serupa kedepannya, ucap nya.

Seperti biasa Marlis (51) melakukan aktifitas nya sebagai karyawan IKPP pada hari senin (9/12) malam itu. Marlis bekerja di IKPP diseksi WP (Wood Preparation) 2 .yang mana Marlis bekerja di bagian mesin penghancur kayu.

Pada malam tragis itu sekira pukul 02:00 Wib Marlis menemui kulit kayu yang tersumbat dimesin yang biasa ia jalankan bersama rekan kerja nya.

Setelah beberapa jam Marlis tidak kelihatan oleh rekan kerjanya. Rekan kerjanya mencari Marlis di seputaran area WP 2 tapi tidak menemukan.

Tiba tiba saja mesin penghancur tersebut mati. Saat dilihat penyebabnya, karyawan menemukan helm kuning yang diduga milik Marlis.

Ternyata, memang benar, pria asal Kuansing tersebut sudah masuk dalam mesin pengacur tersebut. Tubuh nya sudah hancur dan hanya bisa dikumpulkan sisanya saja untuk akhirnya dimakamkan.

Terpisah salah seorang Tokoh masyarakat Kuansing, Pandrizal mewakili keluarga korban Mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak perusahaan yang telah peduli dan mengawal penuh sampai ke pekuburan umum di km 8 Desa Perawang Barat.

Almarhum meninggalkan satu orang istri dan dua orang anak .

Pandrizal mengatakan Marlis merupakan salah satu warga Kuansing yang aktif dan sangat peduli kepada masyarakat setempat. “Diketahui bahwa H Marlis baru menunaikan ibadah haji beberapa bulan yang lalu ungkapnya mengakhiri cerita kepada awak media.

 

Hingga saat ini belum ada keterangan pasti, penyebab korban, bisa masuk kedalam mesin penghancur. Baik dari pihak perusahaan maupun dari pihak kepolisian.

 

Reporter: Dolly Sandro

Comments

Pos terkait