Penyelesaian Akhir Hantui Timnas U-22

  • Whatsapp
Osvaldo Hay sementara ini menjadi top skor di SEA Games 2019 dengan koleksi 8 gol

 

PEKANBARU (HR)-Permainan Indonesia saat menghadapi Myanmar di semifinal SEA Games kemarin, boleh dibilang cukup ekpresif. Penampilan itu, membuat lawan terus tertekan dan tak bisa mengambangkan permainan.

Namun masalah ada diselesaikan akhir. Harusnya Indonesia bisa menyarangkan bola ke Negeri Piramida Emas itu lebih dari 4 gol.

Peluang peluang yang harusnya bisa dikonversi menjadi gol oleh Egy Maulana Fikri, terutama Osvaldo Haay yang memiliki segudang peluang lebih banyak dari gol yang diciptakan saat ini.

Osvaldo tercatat paling banyak memiliki peluang yang seluruhnya sudah berhadapan langsung dengan penjaga gawang Myanmar. Namun hanya peluang di menit 101 babak tambahan waktu yang mampu dijadikan gol, namun cukup berarti untuk kemenangan Indonesia.

Dengan trio Osvaldo Haay, Egy Maulana Vikri, dan Saddil Ramdani, Garuda Muda seharusnya sudah pesta gol ke gawang Myanmar. Terlebih, The White Angels juga kerap melakukan salah koordinasi dalam bertahan.

Satu lagi kelemahan dari para pemain adalah masalah pengendalian temperamen di lapangan. Pemain seperti Osvaldo Haay kerap terpancing emosi oleh pemain lawan.

Masalah penyelesaian akhir itu juga terjadi saat menghadapi Vietnam yang berakhir dengan kekalahan Indonesia 2-1.

Begitu juga saat menghadapi Brunei. Terutama saat awal babak pertama. Meskipun akhirnya Indonesia menang 8-0.

Masalah lain juga ada di lini pertahanan. Garuda Muda masih menyisakan sejumlah celah. Salah satunya adalah permainan Merah Putih masih belum konsisten terutama dalam bertahan.

Para pemain Indonesia kerap hilang konsentrasi menjaga pertahanan. Terbukti lewat dua gol yang berhasil disarangkan Myanmar hanya dalam interval satu menit.

Namun, permainan agresif Garuda harus tetap dipertahankan saat menghadapi Vietnam di Final. Model permainan macam ini tentu harus dipertahankan pada laga final SEA Games 2019. Jika cara itu tetap dijalankan dengan konsisten sekaligus meminimalkan sejumlah kekurangan, Garuda Muda bisa menyabet emas.

 

Penulis: EBP

Comments

Pos terkait