Ketemu Empat Hari. Begini Kronologis Ayah dan Anak Tertimbun Longsor di Rohul

  • Whatsapp
Dua korban longsor di Rohul saat dievakuasi terima gabungan, Jumat (6/12) petang

 

ROKAN HULU (HR)-Ayah dan anak yang menjadi korban longsor di Desa Koto Ruang, Kabupaten Rokan Hulu, akhirnya ditemukan petugas gabungan. Posisi keduanya berdekatan dengan kedalaman tertimbun tanah serta pohon tumbang sekitar dua meter.

Menurut Kapolres Rokan Hulu Ajun Komisaris Dasmin Ginting SIK, pencarian korban tertimbun longsor di Kecamatan Rokan IV Koto ini melibatkan dua anjing pelacak K9. Juga dikerahkan alat berat untuk mengangkat tanah dan pohon yang menimbun korban.

Korban atas nama Elipati Zebua dan anaknya Tabezhisoki Zebua ditemukan pukul 15.00 WIB,” kata Dasmin, Jumat petang, 6 Desember 2019.

Kedua korban sudah dievakuasi melalui jalur cukup terjal karena lokasi longsor berada di tebing. Tanahnya masih basah karena sebelumnya wilayah itu diguyur hujan deras.

Dasmin menerangkan, kedua korban berada di lokasi karena berkebun di sana. Hujan deras membuat keduanya beristirahat di pondok yang tengah di bangun di bawah dataran rendah.

Hujan deras membuat tanah longsor dan membawa material di atasnya seperti pohon. Tanah dan pohon ini menghantam pondok lalu menimbunnya selama empat hari.

“Kejadiannya itu diperkirakan Senin malam, Rabu pagi baru diketahui dan dilakukan pencarian hingga Jumat petang. Akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa,” terang Dasmin.

Dasmin menyebut pencarian ini melibatkan warga sekitar, disaksikan keluarga korban, prajurit TNI, personel Polsek dan Polres serta Direktorat Sabhara Polda Riau, Basarnas Pekanbaru lalu pihak terkait lainnya.

Dalam musibah longsor ini, posisi pondok di ladang sudah terseret hingga 150 meter dari posisi semula. Banyak tumpukan kayu berukuran besar di tanah yang menimbun korban hingga menyulitkan pencarian.

“Sebelumnya dilakukan manual dibantu anjing pelacak dari Polda Riau. Barulah dikerahkan alat berat untuk menggali dan ditemukan setengah jam kemudian,” sebut Dasmin.

“Korban atas nama Elipati Zebua dan anaknya Tabezhisoki Zebua ditemukan pukul 15.00 WIB tadi,” kata Dasmin, Jumat petang, 6 Desember 2019.

Kedua korban sudah dievakuasi melalui jalur cukup terjal karena lokasi longsor berada di tebing. Tanahnya masih basah karena sebelumnya wilayah itu diguyur hujan deras.

Dasmin menerangkan, kedua korban berada di lokasi karena berkebun di sana. Hujan deras membuat keduanya beristirahat di pondok yang tengah di bangun di bawah dataran rendah.

Hujan deras membuat tanah longsor dan membawa material di atasnya seperti pohon. Tanah dan pohon ini menghantam pondok lalu menimbunnya selama empat hari.

“Kejadiannya itu diperkirakan Senin malam, Rabu pagi baru diketahui dan dilakukan pencarian hingga Jumat petang. Akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa,” terang Dasmin.

Dasmin menyebut pencarian ini melibatkan warga sekitar, disaksikan keluarga korban, prajurit TNI, personel Polsek dan Polres serta Direktorat Sabhara Polda Riau, Basarnas Pekanbaru lalu pihak terkait lainnya.

Dalam musibah longsor ini, posisi pondok di ladang sudah terseret hingga 150 meter dari posisi semula. Banyak tumpukan kayu berukuran besar di tanah yang menimbun korban hingga menyulitkan pencarian.

Polisi dan Basarnas Pekanbaru mengevakuasi korban longsor di Desa Koto Ruang, Kabupaten Rokan Hulu.

Kejadian bermula ketika ayah dan anak ini berangkat dari rumah di Desa Teluk Aur menuju kebunnya yang berada di lembah dekat sungai, Desa Rokan Koto, Senin pagi, 2 Desember 2019. Dua saudara korban lainnya, Feri Zebua dan Febrian Zebua juga ikut.

Beberapa jam kemudian, korban Tabezhisoki Zebua menelepon istrinya di rumah. Korban mengabari sudah sampai ke kebun dan tengah berada di pondok.

Menjelang petang, dua saudara korban pulang ke rumah di Desa Teluk Aur. Keduanya membawa hasil buruan berupa seekor babi hutan. Korban berpesan agar satwa itu diberikan ke istri dan keluarga lainnya di rumah.

Korban tak ikut serta bersama dua saudaranya karena ingin menjaga kebun bersama ayahnya. Apalagi pondok di kebun itu masih belum jadi seutuhnya dan tanaman di sana perlu dijaga.

Hingga malam menjelang, korban dan ayahnya tak memberi kabar. Istri korban risau lalu menelepon suaminya itu pada Senin malam tapi tak ada jawaban meski teleponnya masuk.

Selasa pagi, 3 Desember 2019, korban kembali dihubungi istri tapi juga tak ada jawaban meski ada nada menunggu. Hal serupa masih berlanjut hingga Rabu pagi, 4 Desember 2019, sehingga membuat keluarga risau.

Kedua saudara korban tadi menyusul ke kebun. Sampai di lokasi, keduanya kaget karena kebunnya sudah rata dengan tanah dan pohon bertumbangan dipenuhi lumpur.

Kejadian ini dilaporkan ke polisi hingga dan pencarian dilakukan hingga Jumat petang. Dugaan sementara, longsor disebabkan tanah tak mampu menahan debit air hujan sehingga membuat longsor disertai tumbangan kayu.

 

Reporter: liputan6/eka

Comments

Pos terkait