Puluhan Massa Gempar Demo Syamsuar

  • Whatsapp
Demo Mahasiswa: Puluhan masa yang tergabung dalam aliansi Gerakan mahaiswa pemuda dan masyarakat (Gempar), berdemo dan membongkar tindakan korupsi yang dilakukan oleh Gubernur Riau, Syamsuar, bersama Kadis PU Siak, Irving Kahar, dimana ada dugaan tindak Pidana pencucian uang, atas rekening gendut berkisar Rp27 Miliar. Rabu, (9/10.

PEKANBARU (HR)- Puluhan masa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat (Gempar) membongkar dugaan korupsi Gubernur Riau, Syamsuar bersama Kadis Pekerjaan Umum (PU) Siak, Irving Kahar di Kantor Gubernur Riau, Rabu (9/10), dimana ada dugaan tindak Pidana pencucian uang atas rekening gendut berkisar Rp27 Miliar.

“Aparat hukum harus memeriksa Gubernur Riau yang telah melakukan tindak pidan pencucian uang, atas rekening gendut berkisar Rp27 miliar yang diduga milik Irving Kahar, kadis PU perkim Kabupaten Siak, yang diduga mengalir ke pilkada Gubri Syamsuar,” teriak Angki, Korlap aksi demo.

Bacaan Lainnya

“Irving telah menjadi penyandang dana Syamsuar, pada kampanye pilgubri 2018 yang lalu. Dengan menggunakan uang rakyat untuk kampanye, ini dugaan skandal lelang proyek di dinas perkim PU,” teriaknya lagi.

Aksi masa dari Gempar ini mengatakan, Pemerintah Provinsi Riau telah melakukan tindakan kezaliman. Dimana anggaran yang dipercayakan, tidak sesuai dengan sumpah yang disampaikan oleh pemimpin Riau saat ini. “Pemerintah sekarang telah zalim dalam memimpin. Syamsuar pemimpin zalim, saat menjabat Bupati Siak korupsi sekitar Rp100 miliar. Kini melakukan penzaliman memimpin Riau dengan skandal lelang proyek,” teriak pendemo.

Setelah berorasi lebih dari sejam, aksi demo mahaiswa ini akhirnya diterima Kepala Biro Humas Setdaprov Riau, Firdaus. Mahasiswa langsung menyampaikan tuntutan kepada Firdaus, untuk disampaikan kepada Gubernur Riau. “Pada prinsipnya, sekarang pemerintahan sudah berjalan baik. Apa yang disampaikan oleh adek-adek mahasiswa tentu akan menjadi perbaikan bagi pemerintah,” ucap Firdaus.

“Tuntutan ini tentu akan menjadi pegangan kita. Nanti akan disampaikan kepada pimpinan,” tambah Firdaus.

Usai menerima jawaban dari Karo Humas, puluhan aksi masa dari Gempar menyampaikan mereka tidak akan tinggal diam selama pemerintahan tidak berjalan dengan baik. Aparat hukum bisa memeriksa Gubernur Riau, bersama kroninya yang telah menggunakan uang rakyat untuk pribadi.“Kami akan datang lagi dengan masa yang lebih banyak. Jika tidak ada tindak lanjut dari aksi kami hari ini,” teriak aksi masa, sambil meninggalkan kantor Gubernur Riau.(nur)

Comments

Pos terkait