Kampar Masuk dalam Prioritas Pencegahan dan Perluasan Stunting

  • Whatsapp
Pembukaan Rembuk Stunting Di Kampar

BANGKINANG (HR) – Kampar merupakan salah satu kabupaten dari 60 kabupaten di Indonesia yang akan dilaksanakan pencegahan dan perluasan stunting di tahun 2019. Dengan 10 desa yang menjadi fokus stunting di Kampar, yang akan diprioritaskan di tahun 2 tahun 2019.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar, Afrizal, Selasa sore (1/10) dalam acara Rembuk Stunting (anak kerdil) yang digelar di aula rumah dinas Bupati Kampar. Acara yang di buka oleh Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto tersebut turut hadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs. H. Yusri, M.Si, Bappeda Provinsi Riau, Forkopimda Kabupaten Kampar, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa dan Pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Kampar.

Bacaan Lainnya

Dikatakan Afrizal selaku Koordinator pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Kampar bahwa dasar pelaksanaan stunting ini diantaranya, Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 1 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Pangan dan Gizi yang menetapkan RAN-PG, Pedoman Penyusunan RAD-PG, dan Pedoman Pemantauan dan Evaluasi RAN/RAD-PG, Surat Keputusan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Nomor 11 Tahun 2014 tentang Tim Teknis Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi, dan Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor.440/7607/Bangda, tanggal 5 Desember 2018 tentang Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten/Kota.

Adapun strategi pencegahan dan perluasan penurunan stunting dimulai tahun 2017 yang merupakan adalah tahap awal, tahun 2018 sebanyak 100 Kabupaten, tahun 2019 sebanyak 160 kabupaten dan tahun 2020-2024 perluasan ke seluruh kabupaten/kota. Kabupaten Kampar merupakan salah satu Kabupaten/kota yang masuk dalam prioritas tahap 2 tahun 2019 bersama 60 kabupaten/kota lain di Indonesia.

Ada 10 Desa yang menjadi lokus stunting di Kabupaten Kampar. Yaitu, Desa Pulau Jambu dan Desa Ranah Singkuang di Kecamatan Kampar, Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu, Desa Terusan, Desa Aur Kuning, Desa Gajah Bertalut dan Desa Tanjung Karang di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Desa Danua Lancang Kecamatan Tapung Hulu, Desa Bangun Sari dan Desa Sungai Bunga di Kecamatan Kampar Kiri Hilir.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah Kabupaten Kampar dalam melaksanakan percepatan pencegahan stunting, dimana sebelumnya Bupati Kampar Catur Sugeng selaku penanggungjawab pelaksanaan percepatan pencegahan anak kerdil (stunting) Kabupaten Kampar bersama Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Kementerian Sekretaris Negara RI Bambang Widianto, telah menandatangani pernyataan komitmen pelaksanaan percepatan pencegahan anak kerdil (stunting) di Kabupaten Kampar, di Jakarta pada 3 Juli 2019.

Sementara itu, Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto menuturkan bahwa dalam penanganan stunting perlu komitmen para pengambil kebijakan dalam melakukan perencanaan, koordinasi, monitoring dan evaluasi. “Kondisi ini menuntut kita semua untuk melakukan upaya menekan stunting melalui upaya peningkatan gizi ibu hamil dan anak-anak,” ujarnya.

Pencegahan dan penanggulangan stunting merupakan program prioritas nasional. “Untuk itu kita harus bersama-sama mendukung kegiatan ini,” ajak Bupati.

Comments