Anggota DPRD Meranti Ramai-ramai Gadaikan SK-nya

  • Whatsapp
Anggota DPRD Meranti yang baru dilantik

SELATPANJANG (HR)-Belum genap satu bulan mengucapkan sumpah janji jabatan sebagai anggota DPRD Kepulauan Meranti periode 2019-2024, sejumlah politisi sudah menggadaikan SK mereka ke bank. Fenomena anggota DPRD ramai-ramai menggadaikan SK untuk mendapatkan dana segar dari bank itu sudah menjadi rahasia umum.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Kepulauan Meranti Irmansyah mengungkapkan, sejauh ini sudah ada 10 anggota Dewan yang mengajukan plafon penggadaian SK sebagai salah satu syarat peminjaman ke bank.

Bacaan Lainnya

“Sekarang baru 10 anggota Dewan yang mengajukan pinjaman dengan menggadaikan SK-nya. Berkas pengajuan pinjaman sedang dalam proses pengurusan dari sekretariat DPRD ke bank Riau Kepri,” kata Irmansyah, Rabu (2/10).

Irmansyah mengatakan, jumlah anggota DPRD yang akan menggunakan fasilitas kredit itu dipastikan bertambah. Mengingat tahun lalu hampir semuanya melakukan pinjaman ke bank.

“Trendnya pasti bertambah yang akan minjam ke bank itu. Tahun lalu saja anggota DPRD yang minjam ada 25 orang,” katanya.

Dikatakan, anggota Dewan yang mengajukan pinjaman akan memilih plafon besaran pinjaman yang akan diambil. Dengan tenggat waktu maksimal lima tahun sesuai masa periode anggota Dewan.

Irmansyah juga menyebutkan, rata-rata pinjaman berkisar dari Rp400-500 juta. Walau pun periode tahun ini plafon pinjamannya bisa mencapai Rp1 miliar.

“Rata- rata pinjaman mereka Rp500 juta. Asumsinya potong gaji selama 5 tahun yang diangsur setiap bulan. Angsuran per bulannya mencapai Rp20 juta. Sementara total pendapatan anggota DPRD mencapai Rp27 juta,” ungkap Irmansyah.

Saat ditanyakan apa alasan mereka menggadaikan SK ke bank, Irmansyah menjelaskan, wakil rakyat akan menggunakannya untuk modal usaha serta urusan privat lainnya.

Salah seorang mantan anggota DPRD Kepulauan Meranti periode 2014-2019 yang enggan disebut namanya juga mengakui hal tersebut. Ia juga melakukan hal sama saat dilantik sebagai anggota DPRD Kepulauan Meranti 2014 lalu.

Politisi Partai Hanura ini menjelaskan, pinjaman telah disepakati dengan pihak bank tersebut, sistem pembayarannya langsung potong gaji sebagai anggota DPRD selama lima tahun.

“Besaran kita pinjam tergantung kesepakatan dan kesanggupan kita melunasi hingga selesai angsurannya. Kalau saya, angsuranya sudah selesai, menjelang sebelum masa akhir jabatan saya,” katanya.(hrc/mel)

Comments