Jaksa Sita Aset Milik Tersangka Kredit di BRK di Pangkalan Kerinci

  • Whatsapp
Kasi Penyidikan pada Bidang Pidsus Kejati Riau, Azrijal, bersama tim penyidik melakukan penyitaan terhadap aset milik Zurman, tersangka dugaan kredit fiktif di BRK Cabang Pangkalan Kerinci, beberapa waktu lalu.

PEKANBARU (HR)-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah menyita sebidang tanah dan bangunan di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Langkah itu dilakukan dalam upaya penyelamatan kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dalam perkara dugaan korupsi kredit fiktif di Bank Riau Kepri (BRK) Cabang Pangkalan Kerinci.

Aset itu merupakan milik Zurman. Dia merupakan pihak swasta selaku pihak penerima kredit dari perusahaan pelat merah itu. Zurman dalam perkara itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

Bacaan Lainnya

“Sudah dilakukan penyitaan aset milik tersangka Z (Zurman, red) berupa lahan seluas 450 meter persegi, dan bangunan rumah di atasnya,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, Senin (23/9).

Aset yang disita pada 13 September 2019 kemarin itu dilakukan berdasarkan izin penyitaan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan Nomor : 249/Pen.Pid/2019/PN.Plw tertanggal 9 September 2019.

“Aset itu terletak di Jalan Pepaya Gang Brimob Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan,” lanjut dia.

Diterangkannya, upaya sita itu dilakukan dalam rangka proses penyidikan. Dimana penyidik berupaya mengamankan aset milik tersangka dalam rangka penyelamatan kerugian keuangan negara. Diperkirakan, aset itu bernilai lebih dari Rp700 juta.

“Jika nantinya dinyatakan bersalah, dan tersangka diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara, aset itu bisa dilelang. Uangnya akan dimasukkan ke dalam kas negara,” beber mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru itu seraya mengatakan, penyidik masih berupaya menelusuri aset-aset lainnya milik tersangka.

“Masih ditelusuri aset-aset yang lain,” imbuh dia.

Dalam kesempatan itu Muspidauan mengatakan, proses penyidikan perkara tersebut masih berjalan. Dimana proses pemeriksaan saksi-saksi masih berlangsung, termasuk meminta keterangan saksi ahli dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kalau sudah rampung, akan dilakukan proses tahap I (pelimpahan berkas perkara ke Jaksa Peneliti,red),” pungkas Muspidauan.

Diketahui, perkara yang tengah disidik Korps Adhyaksa Riau itu adalah dugaan korupsi pemberian kredit modal kerja kepada PT Dona Warisman Bersaudara (DWB).

Selain Zurman, terdapat seorang tersangka lainnya. Dia adalah Faizal Syamri yang merupakan mantan Pimpinan Cabang (Pimcab) BRK Pangkalan Kerinci. Kini kedua tersangka telah dilakukan penahanan.

Faizal Syamri telah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Pekanbaru, Rabu (11/9). Penahanan itu dilakukan untuk 20 hari ke depan. Sementara tersangka Zurman, telah lebih dulu berada di tempat yang sama. Yang bersangkutan ditahan karena terjerat tindak pidana lain, yakni penggelapan. Dia dihukum pidana 2 tahun dan 3 bulan.(dod)

Comments

Pos terkait