Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Riau

  • Whatsapp
Ribuan Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD

PEKANBARU (HR)- Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Senin (16/9) digeruduk mahasiswa dari dua Universitas yang berbeda. Massa menyampaikan tuntutan agar menuntaskan kebakaran hutan dan lahan yang berlarut-larut.

Awalnya, Kantor DPRD didatangi Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lancang Kuning (Unilak) yang membawa massa lebih kurang 500 Mahasiswa. Seketika, pintu gerbang Kantor DPRD Riau ‘menguning’ sebab massa aksi berorasi dijembatan gerbang. Tak hanya itu, pihak keamanan sudah benar-benar dalam keadaan siaga penuh. Terlihat telah di posisi kannya satu unit mobil Barikade Polisi, untuk bersiap-siap mengantisipasi aksi anarkis.

Bacaan Lainnya

Lalu, mahasiswa meneriakkan matinya hati dan perasaan Pemerintah Provinsi Riau dari atas mobil komando BEM Unilak.
“Innalillahi wainnailaihi raji’un, mari sama-sama kita berdo’a atas mati nya perasaan pemerintah Riau, karena mereka sudah tidak perduli dengan apa yang sedang terjadi,” teriak Syafrul Hadi selalu orator

Saat itu, ia juga meminta pihak keamanan membuka gerbang agar mereka bisa menyampaikan aspirasi langsung kepada perwakilan rakyat. “Kami datang dengan baik, maka dari itu terimalah kedatangan kami dengan baik. Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

Aspirasi yang ingin disampaikan, kata Syafrul Hadi, yakni meminta kepada Pemerintah Provinsi Riau dan juga DPRD Riau segera menuntaskan kasus Karhutla. Sebab, dampaknya semakin dirasakan. Terlebih lagi, sudah banyak korban yang terjangkit ISPA akibat menghirup asap pekat. “Jangan samapai korban bertambah lagi. Segera tuntaskan sampai ke akar-akarnya. Tangkap dan tindak para pelaku pembakaran hutan. Jangan ada pilih kasih,” imbuhnya.

Belum sempat BEM Unilak masuk ke halaman Kantor DPRD. Teriakan ‘Hidup Mahasiswa’ terdengar saling sahut-sahutan yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau yang membawa massa sekitar 1000 mahasiswa. Kondisi lalu lintas tersendat, sebab massa melakukan longmarch dari Taman Budaya Provinsi Riau berputar di bawah fly over persimpangan simpang Harapan Raya menuju Kantor DPRD Riau.

Aksi yang dipimpin Presiden Mahasiswa UIR, Hengky Primanda ini membuat pintu gerbang keluar Kantor DPRD Riau ‘membiru’, dengan sigap pihak pengaman langsung membagi anggota untuk mengamankan dua pintu gerbang. Tak butuh lama, massa dari BEM UIR langsung memaksa masuk hingga aksi saling dorong tak terhindarkan. Ketatnya pengaman tak membuat massa untuk mundur, sampai-sampai beberapa dari mereka memanjat pintu gerbang sambil menggoyangkannya.

Untuk menghindarkan tindakan yang merugikan, setelah berdialog dengan masaa aksi akhirnya pihak keamanan membuka pintu gerbang. Mahasiswa melanjutkan orasi di halaman Kantor DPRD Riau. “Kami hanya ingin menyampaikan tuntutan kami kepada wakil rakyat, maka Terima kehadiran kami disini. Apa kalian sudah tak perduli dengan apa yang sedang terjadi. Riau dikepung asap, rakyat bernafas di tengah pekatnya asap. Jangan biarkan kami mati perlahan,” katanya.

Kemudian, Hengky meminta Presiden Jokowi untuk memimpin pemadam karhutla karena pemerintah Provinsi Riau sudah gagal dalam penanganan karhutla. Massa aksi akhirnya ditemui langsung anggota Dewan yang diwakilkan oleh Agung Nugroho, Fraksi Demokrat DPRD Riau. Ia mengatakan pihaknya menerima apa yang disampaikan oleh massa aksi. “Apa yang mereka sampaikan telah kita terima, bahkan yang tadinya mereka hanya menyampaikan untuk penindakan terhadap korporasi, kami tambahkan hinga korporasi yang menjadi tersangka itu cabut dari Riau ini, serahkan lahan yang selama mereka pakai,” ujarnya usai massa aksi membubarkan diri.(mal)

Comments

Pos terkait