Copot Aparat TNI dan Polri Gagal

  • Whatsapp
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Gubernur Riau meninjau kebakaran lahan di Kabupaten Palalawan

PEKANBARU (HR)- Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, akan menindak lanjuti instruksi Presiden Joko Widodo untuk mencopot jajaran TNI/Polri di daerah termasuk di Riau, jika jajarannya tak mampu mengatasi Kabakaran hutan lahan yang terjadi pada tahun 2019 ini.

Hal tindak lanjut instruksi tersebut dilakukan setelah melihat kondisi kabut asap akibat Karhutla di Riau semakin parah. Termasuk adanya aksi mahaiswa, aktivis lingkungan dan DPR RI sudah mendesak agar jajaran TNI/Polri dicopot yang tidak bisa menanggulangi Karhutla.

Bacaan Lainnya

“Itu sudah perintah dan akan segera dilaksanakan,” tegas panglima saat kunjungan kerja rakor penanganan Karhutla di Riau, bersama Kapolri, Jendral Tito, Gubernur Riau, Syamsuar, Sabtu (14/9) di posko Karhutla Lanud Roesmin Nurjahdin.

Dijelaskan Panglima upaya pencegahan Karhutla di Riau terus dilakukan oleh tim Satags Karhutla yang tergabung. Baik dari Satags darat dan udara yang terusir dari pemerintah daerah dan pusat. “Kita telah melakukan operasi pemadaman dengan jumlah Standar Operasional sebanyak 28.000 service pesawat helikopter waterbombing, dengan total air yang disiram di daerah titik api yang ada di Riau berjumlah 112 juta liter air,” ungkap Panglima.

Ia menjelaskan upaya water bombing tersebut sudah dilakukan dalam kurun waktu sampai bulan September 2019. Karhutla yang terjadi di beberapa wilayah merupakan tanggung jawab semua pihak sebagai masyarakat Riau, dan TNI juga berupaya menciptakan hujan buatan. “Kita sudah melakukan langkah tersebut memadamkan api, dan kami juga terus membasahi wilayah yang rentan Karhutla,” jelas panglima.

Lebih jauh dikatakan Penglima TNI, pihaknya akan menambah kekuatan personel TNI/Polri dan komponen lainnya sebanyak 350 orang, dengan membawa peralatan lengkap untuk padamkan. Karena dari data BMKG, musim hujan di wilayah Riau diperkirakan akan datang pada pertengahan Oktober mendatang. Selain itu TNI akan mengerahkan pesawat untuk hujan buatan. Kekuatan pesawat yang akan didatangkan jenis CN295 yang mengangkut garam 2,5 ton dalam satu kali terbang, sehingga dengan kedatangan pesawat CN295 itu diharapkan paling tidak dua kali terbang, kemudian ditambah 2 pesawat Cassa, dalam satu hari bisa menyemai garam sebanyak 7 ton.

“Tentu dalam satu bulan ke depan kita perlu lakukan upaya apa dalam mengatasi Karhutla Riau. Saat ini sudah standby di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru yakni 2 pesawat Cassa dengan kemampuan angkut 1 ton garam setiap sortie. Kemarin sudah mulai hujan, tapi hanya hujan ringan,” ungkapnya.

“Jika diperlukan pesawt Hercules akan didatangkan. Pesawat ini nantinya tidak hanya terbang di wilayah Riau, tapi diterbangkan juga untuk membuat hujan buatan di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan. Kemudian merabah ke wikayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Riau, Syamsuar meminta kepada Bupati/Walikota se-Riau untuk memberi sanksi administrasi kepada perusahaan yang membakar lahan, karena untuk izin lingkungan di Riau ada kewenangan Gubernur, dan Bupati/Walikota. Karena itu kepada daerah diminta untuk melakukan penertiban terhadap perusahaan yang melanggar aturan. “Saya sudah sampaikan ke Bupati dan Walikota terhadap perusahaan yang melanggar aturan agar segera diberi sanksi administrasi berupa pembekuan izin lingkungan. Pemberian sanksi administrasi ini sebelum nantinya diambil penegakan hukum oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” tegas Gubri.(nur)

Comments