Gubri : Sekolah Bisa Diliburkan

  • Whatsapp

PEKANBARU (HR)- Sekolah di Riau yang terpapar kabut asap belum diliburkan. Namun demikian, jika kondisi mengkhawatirkan, Gubernur Riau, Syamsuar siap mengambil keputusan untuk meliburkan sekolah.

“Kondisi ini tetap jadi perhatian Pemrov Riau untuk terus melakukan pemadaman di lokasi kebakaran. Namun begitu, apabila kondisi sudah menunjukkan tidak baik, Pemprov Riau siap meliburkan para siswa di sekolah. Namun, dilakukan secara bertahap dan tidak bisa langsung seluruh sekolah diliburkan. Misalnya, libur dimulai dari TK, kemudian SD dan seterusnya,” ungkap mantan Bupati Siak dua periode ini.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Gubri turut mengimbau seluruh masyarakat tidak terpengaruh dengan berbagai informasi yang mengatakan kalau pemerintah belum maksimal dalam penanganan Karhutla, karena di lapangan jajaran TNI, dari Badan Penanggulangan Bencana dan petugas lainnya, sudah melakukan berbagai upaya pemadaman.

“Jadi, kita minta jangan katakan pemerintah tak berbuat apa-apa dan tidak serius menangani persoalan ini, para petugas di lapangan bertungkus lumus di lokasi untuk memadamkan, nyawa mereka bahkan taruhannya. Oleh sebab itu, hargailah upaya yang mereka lakukan itu,” ujar Syamsuar.

Syamsuar juga mengajak masyarakat bisa bersama-sama mengatasi persoalan ini, terutama dengan tidak membakar lahan, apalagi menurut prediksi BMKG bahwa musim kemarau ini akan berlangsung hingga Oktober mendatang. “Mencegah lebih baik dari pada memadamkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, meski kondisi kabut asap di Riau sejak beberapa pekan terakhir sangat mengkhawatirkan masyarakat, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau belum mengeluarkan imbauan meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah, karena berdasarkan pantauan dari alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masih menunjukkan kategori sedang. “Secara confidence saat ini jumlah titik api berkurang, dan yang terpantau saat ini tujuh titik, yakni lima di Rohil, satu di Siak dan satu di Inhil. Kita berharap jumlah ini terus berkurang,” ujar Gubri.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru kepada Haluan Riau, Rabu (7/8) mengatakan pihaknya belum bisa meliburkan proses belajar mengajar secara sepihak. Tentu harus melalui koordinasi dengan semua pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan. Namun begitu, pihaknya tetap menghimbau kepada seluruh sekolah untuk mengurangi aktivitas diluar ruangan dan menghimbau agar siswa menggunakan masker apabila diluar ruangan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Disdik Pekanbaru, Muzailis di kantornya. Dikatakannya, berdasarkan hasil ISPU kondisi udara masih dikategori sedang yakni (92). Sedangkan untuk meliburkan sekolah, berada pada kategori sangat tidak sehat yakni (200-299) atau berbahaya,”pungkasnya.(nie)

Comments

Pos terkait