Pemko dan Pemprov Riau akan Barter Aset

  • Whatsapp

 

PEKANBARU (HR)- Beberapa aset Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemerintah Provinsi Riau masih menjadi polemik, di antaranya, Pasar Cik Puan dan Pujasera Arifin Ahmad.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Pekanbaru, Syoffaizal mengatakan, untuk kedua aset itu masih proses administrasi. Ia menyebut, ada beberapa penawaran dari Pemprov terkait aset ini.

Syoffaizal menjelaskan, Pemko Pekanbaru dengan Pemprov Riau nantinya sudah ada rencana saling tukar atau barter aset. “Kalau aset yang tercatat di kita dipakai provinsi, dan begitu sebaliknya nanti ada semacam barter aset. Kita diberi waktu satu minggu. Jatuhnya Kamis besok, antara BPKAD Provinsi dan BPKAD kita (Pemko Pekanbaru) sedang proses untuk itu. Nanti kita akan rapat lagi,” jelas Syoffaizal. “Untuk aset kedua belah pihak sudah sepakat. Seperti gedung di Jalan Arifin Ahmad aset kita yang dipakai Provinsi Riau, mungkin kita serahkan saja ke Provinsi Riau. Jadi nantinya barter aset. Inikan antar pemerintah jadi tidak sulit,” tambahnya.

Sebelumnya, KPK melakukan mediasi antara Pemprov Riau dengan Pemko Pekanbaru mengenai aset yang selama ini dianggap tumpang tindih atau saling pinjam pakai. Yang paling menyita perhatian yakni aset Pasar Cik Puan di Jalan Nangka Pekanbaru.

Selama pemerintahan Walikota periode 2001-2011, Herman Abdullah, Pasar Cik Puan sempat dibiayai pembangunan melalui APBD. Anggaran yang telah digelontorkan sekitar Rp20 miliar.

Hal itu dilakukan karena pemerintahan Herman Abdullah menyebut aset Pasar Cik Puan sudah dihibahkan Pemprov Riau yang waktu itu dipimpin Gubernur Riau Wan Abubakar. Namun belakangan saat Firdaus MT menjabat Walikota Pekanbaru, pembangunan Pasar Cik Puan terpaksa dihentikan. Pasalnya Pemprov Riau mengklaim Pasar Cik Puan masih aset mereka. Namun polemik itu akan berakhir, setelah dimediasi KPK dan Pemko Pekanbaru sepakat dengan Pemprov Riau untuk saling barter aset.(hrc)

Comments

Pos terkait