Rencana Ngutang ke PT SMI untuk Kemajuan Riau

  • Whatsapp

 

PEKANBARU (HR)- Kebutuhan infrastruktur jalan dan jembatan di Riau sudah sangat mendesak. Pasalnya, jalan dan jembatan merupakan penggerak roda perekonomian masyarakat.

Bacaan Lainnya

Jika infrastruktur terabaikan, roda perekonomian akan terganggu. Hal itu berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok yang terus semakin meningkat. Untuk kebutuhan jalan dan jembatan di Riau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berencana berhutang ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp4,4 triliun.

Asalkan peruntukan hutang itu jelas, bagi kemaslahatan rakyat sah-sah saja. Kapan lagi, rakyat terus terkurung dalam penantian mendambakan jalan dan jembatan yang dapat menjadi akses mereka ke daerah lain.

Jarak tempuh yang sebelumnya bisa berhari-hari atau berjam-jam, setelah dibangun infrastruktur jalan dan jembatan, bisa mempersingkat waktu mereka, sehingga menjadi ekonomis. Masyarakat dapat membangun, jika saja akses jalan sudah dibuka dan mulus. Di tepi-tepi jalan yang dulunya semak belukar, berubah menjadi ruko dan pemukiman penduduk. Hasil panen kebun cepat dijual dan dibawa ke pusat produksi.

Jalan dan jembatan merupakan infrastruktur dasar untuk kemaslahatan orang banyak. Rencana Pemprov Riau untuk membangun jalan dan jembatan dengan ngutang ke PT SMI jangan dipandang skeptis. Ini harus mendapatkan dukungan berbagai pihak.
Jika pembangunan terus ditunda-tunda dengan alasan terbatasnya anggaran, maka harus berapa lama lagi rakyat akan merasakan pembangunan. Rencana Pemprov itu, dibenarkan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi.

Menurutnya, jalan dan jembatan memang menjadi prioritas yang perlu dibangun tuntas. “Jalan dan jembatan memang itu yang prioritas di Riau. Kita yakin bahwa itu persoalan yang sudah lama terjadi,” katanya. Ahmad Hijazi menyatakan, Riau ini tak akan maju ketika masalah infrastruktur jalan dan jembatan belum terpenuhi, karena hajat hidup masyarakat Riau ada di jalan dan jembatan.

“Bahkan kalau boleh jujur masyarakat berharap di situ. Bagaimana mungkin mereka melakukan kegiatan mengangkut hasil perkebunan kalau jalan dan jembatan rusak. Bagaimana mereka bisa hidup senang jika tidak bisa bertranportasi dengan baik. Jadi kondisi ini yang kita resah dan risaukan,” ungkapnya.

Ahmad Hijazi mengaku, memang Riau memiliki perencanaan jalan, hanya saja banyak sebatas trase tapi belum dibangun. “Bahkan ada jalannya yang belum dibangun sama sekali. Ini kan keprihatinan yang harus kita pikirkan bersama,” cetusnya.***

Comments

Pos terkait