Pekanbaru Siaga Darurat Bencana Asap

  • Whatsapp

 

PEKANBARU (HR)- Pemerintah Kota Pekanbaru menetapkan status siaga darurat bencana asap dampak kebakaran lahan dan hutan, terhitung Senin (5/8) hingga akhir Oktober 2019.

Bacaan Lainnya

Status tersebut ditetapkan dalam rapat gabungan dipimpin Sekretaris Daerah Pekanbaru, HM Noer, diikuti perwakilan TNI/Polri, BPBD Riau, BMKG stasiun Pekanbaru, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat di lingkungan pemerintah kota. Diadakan di Aula kantor Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pekanbaru, Senin (5/8/).

“Status siaga darurat bencana asap ditetapkan mengingat kualitas udara di Pekanbaru sejak beberapa pekan terakhir terus memburuk. Akibat diselimuti asap kiriman dari kabupaten/kota tetangga. Jadi kita sepakat, mulai hari ini hingga Oktober kita tetapkan,” kata M Noer.

Dengan penetapan status itu, M Noer, memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah terkait, agar meningkatkan koordinasi untuk penaganan di lapangan. “OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DLHK dan Damkar harus saling berkoordinasi. Sehingga ketika kualitas udara semakin memburuk, maka bisa diambil langkah seperti meliburkan sekolah dan membagikan masker kepada masyarakat,” imbuhnya.

Hindari Dampak
Kondisi kabut asap yang melanda Pekanbaru beberapa hari ini perlu diwaspadai oleh semua pihak, terutama dengan melakukan pencegahan terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan masyarakat khususnya

Untuk itu, Wakil DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono ST mengimbau masyarakat dan pihak sekolah untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan. “Cuaca kita tidak bagus sekarang ini, apa lagi Kota Pekanbaru terpapar kabut asap akibat Karhutla tentunya ini tidak bagus untuk kesehatan, makanya kita imbau untuk orang tua dan pihak sekolah mengurangi aktivitas di luar ruangan sebagai salah satu langkah antisipasi dampak kabut asap bagi kesehatan,” ungkap Sigit Yuwono ST, Senin (5/8).

Tak hanya itu, Politisi Demokrat ini juga mengimbau agar semua pihak terkait juga berperan aktif melakukan tindakan pencegahan Karhutla dan dampak yang ditimbulkan. Pasalnya kota Pekanbaru sendiri memiliki kawasan pinggiran yang juga rentan terjadi Karhutla seperti di Kecamatan Rumbai-Rumbai Pesisir, Tenayan Raya dan Payung Sekaki.

“Instansi terkait kita harapkan selalu siaga di titik-titik yang dinilai rawan Karhutla agar ketika terjadi kebakaran cepat teratasi. Dan kepada masyarakat dan pihak lainnya kita imbau tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang bisa memicu kebakaran hutan atau lahan,” harap Sigit.(her/hrc)

Comments

Pos terkait