Belum Sampai ke Tangan Pemesannya, Dua Kurir Sabu di Tapung Hilir Keburu Diciduk Polisi

  • Whatsapp
Lokasi penemuan sabu-sabu yang dibuang pelaku.(Istimewa)

BANGKINANG (HR)-Dua orang pria yang diduga sebagai kurir narkoba jenis sabu-sabu diciduk polisi saat berada di Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir, Sabtu (3/8) siang. Saat itu keduanya disinyalir hendak mengantarkan pesanan.

Dua pelaku itu adalah AG dan AN. Keduanya adalah warga Telaga Samsam Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak yang masih berusia belia, yakni 18 tahun

Bacaan Lainnya

“Keduanya berperan sebagai kurir narkotika jenis sabu yang disuruh seseorang untuk mengantarkan kepada pemesan barang haram ini di wilayah Kota Garo Tapung Hilir,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tapung Hilir, Ipda Lambok Hendriko, Minggu (4/8).

Dikatakan Lombok, pengungkapan ini bermula saat petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di belakang pos sekuriti PT Bina Fitri Jaya di Desa Kota Garo, Tapung Hilir. Menindaklanjuti informasi itu, petugas mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.

“Sekitar pukul 13.30 WIB, terlihat dua orang laki-laki yang tidak dikenal datang ke arah belakang pos sekuriti dengan menggunakan sepeda motor,” lanjut Lambok.

Kedua orang itu berdiri di bawah pohon rambutan dan sepertinya sedang menunggu seseorang. “Melihat hal itu salahsatu petugas yang menyamar sebagai securiti mendekati orang tersebut, namun keduanya berupaya melarikan diri sambil membuang sebuah bungkusan,” sebut dia.

Melihat hal itu, kata Lambok, petugas langsung mengejarnya dan berhasil mengamankan kedua orang itu. Selanjutnya dilakukan penyisiran di sekitar lokasi yang didampingi Ketua RT serta kepala dusun setempat.

“Hasilnya, kita menemukan barang bukti berupa bungkusan rokok Sampoerna warna merah putih dan bungkusan rokok Magnum warna hitam berisi narkotika jenis sabu dengan berat 15,88 gram,” terang Lambok.

Selain itu, turut barang bukti lainnya berupa berupa satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna merah, 4 unit telepon seluler berbagai merek dan sejumlah barang bukti lainnya.

Setelah diinterogasi, kedua pelaku mengaku bahwa barang haram tersebut adalah milik N yang saat ini telah ditetapkan sebagai DPO. Para pelaku ini mengaku sebagai kurir untuk mengantar narkotika ini dengan upah Rp1 juta.

“Saat ini, kedua tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek Tapung Hilir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.(mri/dod)

Comments

Pos terkait