Titik Api Melonjak Drastis

  • Whatsapp
Helikopter water bombing milik BNPB diturunkan untuk memadamkan karhutla.

PEKANBARU (HR)- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru mencatat adanya lonjakan titik api di Provinsi Riau, pada Kamis (1/8). Sementara, satu unit helikopter water bombing milik BNPB dikerahkan ke daerah Bengkalis.

Menurut satelit, dari 126 titik panas yang dideteksi satelit, 82 di antaranya dipastikan adalah titik api.
Hal ini disampaikan Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami. Ia menjelaskan, 126 titik panas tersebut tersebar di 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Paling banyak terdapat di Pelalawan.
Akibatnya, di kabupaten Pelalawan kini jarak pandang hanya 800 meter.

Bacaan Lainnya

“Titik panas tersebar di Bengkalis 4 titik, Kampar 3 titik, Dumai 3 titik, Pelalawan 51 titik dan Rokan Hilir 13 titik. Sementara Rohul 1 titik, Siak 7 titik, Indragiri Hilir 35 titik dan Indragiri Hulu 9 titik,” katanya.

Dari jumlah tersebut 82 di antaranya dipastikan adalah kebakaran hutan dan lahan. Karena memiliki level konfidence diatas 70 persen.
“Titik api tersebut berada di Bengkalis 2 titik, Kampar 2 titik, Pelalawan 39 titik, Rokan Hilir 9 titik, Rohul 1 titik, Siak 3 titik, Indragiri Hilir 16 titik dan Inhu 7 titik,” cakapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk wilayah yang diselimuti kabut asap hari ini memang hanya Pelalawan saja.
“Pelalawan saja. Untuk wilayah lain memang jarak pandangnya terbatas, tapi itu disebabkan oleh udara kabur. Bukan asap,” ungkapnya.

Jarak pandang Pekanbaru adalah 4 Kilometer, Inhu 5 Kilometer dan Dumai 5 Kilometer. Tiga wilayah ini disebabkan oleh udara kabur saja.”Udara kabur terjadi akibat adanya partikel-partikel yang menghalangi udara, sehingga terjadilah kabur. Kalau udara kabur ini memang hanya sebentar saja. Jika matahari tinggi udara pasti akan normal kembali. Namun kita akan terus lakukan pemantauan,” pungkasnya.

Gubernur Riau, Syamsuar, mengatakan, kondisi Karhutla di Riau masih bisa diatasi oleh tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang di komandoinya. Dan dijadwalkan pada hari ini, Jumat (2/7), kepala Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, akan ke Riau.

Dijelaskan Syamsuar, Kepala BNPB sesampainya di Pekanbaru pada pukul 08.00 WIB. Akan langsung memimpin rapat koordinasi Penanggulan penanganan Karhutla seluruh wilayah Riau, di posko Karhutla Lanud Roesmin Nirjahdin.
“Beliau rapat diposko karhutla lanud dengan satgas dan setelah itu meninjau Karhutla,” kata Gubri.

Helikopter

Satu unit helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Bengkalis.

Pantauan di lapangan, sejak tadi pagi helikopter BNPB hilir mudik mengambil air dari Selat Bengkalis utuk melakukan water bombing di areal yang terbakar.

“Karhutla terjadi di Kecamatan Bantan dan Bengkalis. Satu helikopter dari BNPB diturunkan untuk membantu memadamkan api, ” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis Tajul Mudaris, Kamis (1/8).
Dikatakan Tajul, lahan yang terbakar merupakan lahan perkebunan masyarakat dengan struktur tanah gambut, sehingga api cepat berpindah membakar lahan di sekitarnya.

“Karhutla di Kecamatan Bantan sudah mencapai 2,5 hektare dan hari ini sudah diperkirakan terus bertambah,” ungkap Tajul.
Penyebab kebakaran sampai saat ini, kata mantan Sejtretaris Bappeda Bengkalis ini belum bisa di pastikan dan api masih menyala di beberapa titik dan tidak terlalu besar.

“Petugas masih berjibaku memadamkan lahan yang masih terbakar di TKP, yang dilakukan melalui jalur darat dan udara, Diperkirakan titik api sudah semakin hilang dibeberapa titik, dan hanya menyisakan asap, dan kemungkinan api bisa hidup kembali disebabkan faktor cuaca panas dan angin kencang,” ungkapnya.

Untuk Karhutla yang terjadi di Kecamatan Bengkalis merupakan lahan gambut milik masyarakat. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian tim masih berupaya melakukan pemadaman hambatan sumber air pemadaman dari sumur.

“Tim yang turun dibagi untuk dua lokasi. Dari BPBD, Damkar 15, Polri, TNI dan dibantu juga dari pihak perusahaan PT RRL, MPA dan masyarakat setempat,” kata Tajul.

Selain helikopter peralatan yang digunakan mesin portable, kohler dan mini streker untuk membantu pemadaman melalui jalur darat. (ckc)

Comments

Pos terkait