Kasatpol: Kalau Tiga Hari tak Diambil, Tiang Jadi Aset Pemko

  • Whatsapp
Satpol PP Potong Tiang Reklame di Kantor UPT Metrologi

PEKANBARU (HR) – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, Agus Pramono masih memberikan kesempatan selama tiga hari kepada pemilik tiang reklame ilegal yang ingin mengambil kembali bahan konstruksinya, pasca ditertibkan dengan cara dipotong pada Rabu lalu, karena tidak berizin dan tak membayar pajak.

Pengambilan tiang reklame tersebut menurutnya, harus melalui beberapa proses dan ketentuan yang berlaku di Pemerintah Kota Pekanbaru. “Kita masih beri kesempatan pemilik selama tiga hari sejak dipotong. Kalau memang mau mengambil konstruksi tiang reklame itu harus melalui beberapa proses administrasi, berita acara dan lainnya, kalau tidak datang, konstruksi itu jadi aset Pemko Pekanbaru,” tegas Agus, Kamis (1/8).

Bacaan Lainnya

Tiang reklame raksasa yang disebutkan, sebelumnya berdiri di dalam halaman kantor Unit Pelaksana Teknis Metrologi, di bawah kewenangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru, Jalan Ahmad Yani. Sebelum pemotongan dilakukan, pemilik sudah diberi surat peringatan untuk segera memotong sendiri, karena melanggar aturan, tak lagi berizin dan tidak membayar pajak. Ditambah dengan keberadaannya yang mengganggu aktifitas di dinas Metrologi.

“Dulu sewaktu kewenangan UPT Metrologi Legal di Provinsi Riau, tiang itu memang pernah punya izin. Tapi tidak diperpanjang sejak tahun 2016 silam. Pemilik juga tidak bayar pajak, itu kan lahan milik Pemko, tidak bisa seenaknya. Harus ada semacam kontrak kerjasama ataupun perjanjian sewa- menyewa, tapi ini tidak ada, makanya kita potong saja, karena sudah jelas melanggar,” kata Agus lagi.

Pantauan Haluan Riau, pemotongan tiang dimulai sejak pukul 21.00 WIB, sejumlah peralatan las karbit termasuk mobil derek berjalan atau crane, sudah siaga di lokasi saat itu. Satu pleton personil Satpol PP juga disiagakabn di lokasi, ada yang berjaga di depan kantor, ada juga yang bekerja mengangkat besi tiang ke dalam truk operasional setelah dipotong.

“Masih ada 10 tiang lagi akan kita potong. Lokasinya nanti saya sampaikan, tunggu saja. Sekarang ini, walaupun tiang reklame sudah berizin dan bayar pajak, tapi kalau melanggar peraturan daerah, tetap kita potong. Tunggu saja, yang jelas di sekitar Jalan Sudirman, dan Arifin Achmad,” tutup Kasatpol Agus Pramono.(her)

Comments

Pos terkait