Gubernur dan Bupati Tinjau Istana Peraduan

  • Whatsapp
Bupati Siak H. Alfedri, Gubernur Riau, Tim Ahli Cagar Budaya, Pimpinan PT. RAPP bersama pimpinan OPD terkait foto bersama di depan Istana Peraduan.

SIAK (HR)-Gubernur Riau Drs Syamsuar dan Bupati Siak H Alfedri bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), pimpinan perusahaan RAPP meninjau Istana Peraduan di dalam komplek Istana Asserayah Al Hasyimiyah Siak Sri Indrapura, Rabu (31/7). Tampak hadir dalam kegiatan ini kepala Dinas PUPR Siak Irving Kahar Arivin beserta pimpinan OPD terkait lainnya.

Tim ahli cagar budaya memaparkan kajian pemugaran Istana Peraduan kepada Bupati Siak H. Alfedri dan Gubernur Riau H. Syamsuar

Istana Peraduan yang sedang dalam proses pemugaran ini sedang diusulkan dalam tentative list World Heritage (situs peninggalan dunia) UNESCO turut dihadiri beberapa kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Siak.

Bacaan Lainnya

Riau Syamsuar dan Bupati Siak Alfedri meninjau pemugaran Istana Peraduan Kesultanan Siak

Setiba di lokasi, H Syamsuar dan Bupati Drs Alfedri menelusuri ruangan Istana Peraduan satu persatu di setiap ruanga tampak Tim Ahli Cagar Budaya Irham Themas Sutomo menjelaskan keaslian tiap ruanga dan pemugaran bangunan bersejarah itu.

Gubernur Riau H. Syamsuar menyampaikan penjelasan dan pesan untuk pelestarian Istana Peraduan.

Drs H Syamsuar mengatakan Pemerintah Provinsi Riau, mengapresiasi dukungan atas peran RAPP dalam pelaksanaan pemugaran situs gedung bersejarah tersebut lewat program Corporate Sosial Responsibility (CSR).

Gubernur Riau H. Syamsuar beserta rombongan melangkah keluar dari ruang utama Istana Peraduan.

“Mudah-mudahan gedung ini, nantinya menjadi objek wisata baru yang dapat menambah daya tarik wisatawab untuk berkunjung ke Siak,” harap Gubernur Riau.

Tim Ahli Cagar Budaya Irham Themas Sutomo menjelaskan keaslian dan nilai sejarah ruang belakang Istana Peraduan kepada Gubernur Riau dan rombongan.

“Situs Cagar Budaya ini, amat berharga dalam kaitannya dengan sejarah Kesultanan Siak, yang sangat berarti dalam sejarah mendukung perjuangan bangsa, khususnya oleh Pahlawan Nasional Sultan Syarif Kasim II,” jelas H. Syamsuar.

Gubernur Riau dan Bupati Siak meninjau kolam hias di halaman Istana Peraduan.

Tak lupa, Gubernur mengajak masyarakat Kabupaten Siak, untuk tetap peduli dan bersama-sama memelihara situs cagar budaya yang sedang diusulkan menjadi warisan dunia tersebut.

Gubernur Riau H. Syamsuar bersama Bupati Siak saat meninjau ruang belakang Istana Peraduan. Tampak Tim Ahli Cagar Budaya Irham Themas Sutomo menjelaskan nilai sejarah bangunan.

“Keterlibatan masyarakat sangat kami harapkan. Mari kita sayangi situs-situs cagar budaya yang ada di Kabupaten Siak ini. Saya juga sudah sampaikan kepada Pemkab Siak agar pemugaran situs-situs yang ada dalam kawasan Kota Siak Sri Indrapura sesuai dengan arahan tim ahli warisan dunia di Jakarta,” ujar Syamsuar.

Tak hanya itu, Syamsuar juga meminta jajaran Pemkab Siak, segera mempersiapkan regulasi, agar keberadaan bangunan lain tidak melebihi tinggi Istana Aserayah Hasyimiyah dalam jarak radius sekian kilometer, agar tidak mempengaruhi keindahan situs seperti yang terjadi pada situs cagar budaya dikota-kota lain.

Sementara Bupati Afedri menyebut jajarannya sedang mempersiapkan masterplan pengelolaan kawasan cagar budaya peringkat nasional sebagai prasyarat pengajuan untuk memperoleh status warisan dunia.

“Istana Peraduan ini merupakan bagian dari kawasan cagar budaya dengan peringkat nasional, yang sudah ditetapkan melalui surat keputusan mendikbud, untuk penataan dan pengelolaan kawasan ini sedang dipersiapkan kajiannya,” kata Alfedri.

Bupati menyampaikan ucapan terimakasih kepada PT. RAPP yang telah memberikan dukungan dengan program pemugaran Istana Peraduan, yang saat ini hampir rampung pengerjaannnya yang telah dimulai sejak 4 bulan yang lalu.

“Alhamdulillah Pak Gubernur saat ini, dapat hadir bersama kita untuk meninjau perkembangan pemugaran Istana Peraduan, dan tadi ada banyak masukan dari beliau dalam rangka penyempurnaan. Kami berharap, hasil pekerjaan ini nanti tidak mengurangi keaslian bangunan, seperti kondisi awal bangunan ini sebagai kediaman sultan dan permaisuri. Kita juga akan siapkan benda koleksi dan histori line yang akan bercerita kepada generasi penerus agar cinta dengan keagungan sejarah dan budayanya,” tutup Alfedri.

Comments

Pos terkait