Manajemen SCH Kembali Dipanggil

  • Whatsapp

 

PEKANBARU (HR)- Meski sudah berjanji akan menunjukkan semua dokumen perizinan kepada pihak Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, Selasa (30/7), namun hingga petang manajemen Surya Citra Hotel tak kunjung melakukannya.

Bacaan Lainnya

“Kita panggil lagi manajemen SCH itu, mereka mangkir datang menunjukkan semua dokumen perizinan yang katanya mereka punya. Janjinya hari ini mau datang, tapi sampai sore tak ada. Kita panggil lagi, tak datang juga, segel sajalah,” tegas Kasatpol PP Pekanbaru, Agus Peamono,Selasa (30/7).

Waktu pemanggilan pertama, menajemen SCH hanya bisa menunjukkan berkas izin gangguan (HO), berikut bukti pembayaran pajak terhitung Bulan Maret 2019. Mereka berjanji akan melengkapi segala dokumen perizinan yang harus dimiliki, kemudian menunjukkannya kepada Satpol PP Pekanbaru. “Tak ada datang, kita panggil lagi. Kalau tak datang juga, kita segel Manejemen SCH itu bilang untuk izin dalam pengurusan,” tutup Agus Pramono.

Penjelasan yang disampaikan manajemen SCH bertentangan dengan yang disampaikan pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pekanbaru. Menyatakan, SCH di Jalan Siak II, Kecamatan Payung Sekaki, tak berizin. “Tak ada izinnya, itu sudah masuk ranah Satpol PP sebagai OPD penegak Peraturan Daerah,” kata Plh DPM-PTSP, Rudi Misdianto, didampingi Kepala Bidang Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan DPM-PTSP Pekanbaru, Quarte Rudianto, Senin (22/7).

Ditanyakan, kalau memang tak berizin, mengapa terkesan dibiarkan tanpa ada tindakan, sehingga dugaan praktik menyediakan layanan prostiusi masih berjalan di tempat usaha tersebut, lagi-lagi, mereka menjelaskan, persolan itu sudah masuk ranah Satpol PP. “Satpol itu,” singkatnya, seraya menyarankan Haluan Riau, menanyakan masalah izin yang dimiliki SCH kepada Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan dan Non Perizinan B, Yuniarti.

Dikonfirmasikan persoalan itu kepada Yuniarti atau yang akrab disapa Lati, mengatakan, SCH memang tak punya izin. “Tak ada izinnya itu,” singkat dia.

Sekretaris Disbudpar Kota Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra, dikonfirmasi, mengatakan pihaknya sudah turun ke lokasi SCH, Jumat (19/7) siang, Kata Yayan, sapaan akrab, Sekretaris, tak ada aktifitas yang dijumpai di sana pasca razia yang dilaksanakan Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Riau, Kamis (18/7). “Kami sudah turunkan tim ke sana, tak ada aktifitas dan tak satupun pihak manajemen SCH yang bisa dimintai keterangannya. Termasuk pihak keamanan atau Sekuritinya,” kata Yayan, Senin (22/7).

Disbudpar melalui tim Bimbingan dan Pengawasan (Binwas), akan kembali turun mendadak ke lokasi tepatnya pada malam hari. Karena kemungkinan SCH baru beroperasional pada malam hari. Ditanyakan, apa yang akan dilakukan tim Binwas, kalau saat itu bisa menemui manajemen SCH, Yayan, mengatakan mengecek legalitas usaha tersebut. “Kami harus ketemu dulu dengan manajemen SCH itu, setelahnya, baru kita bisa merekomendasikan DPM-PTSP untuk tindakannya, bisa sampai penutupan,” tandasnya.(her).

Comments

Pos terkait