Disdik : Kalau Masuk Kategori Bahaya, Silahkan Diliburkan

  • Whatsapp

PEKANBARU (HR)-Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengeluarkan peringatan agar para pelajar disejumlah Kabupaten dan Kota menggunakan masker selama menjalani aktifitas belajar disekolah, menyusul kabut asap akibat kebakaran lahan di Riau.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Yohanes mengatakan, pihaknya terus memonitor kondisi kualitas udara disejumlah daerah. Dari laporan yang masuk, terjadi peningkatan jumlah masyarakat datang ke puskesmas dan Rumah Sakit yang mengeluhkan sesak nafas atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Bacaan Lainnya

“Data yg kami terima saat ini adalah pelalawan 582 kunjungan, Bengkalis 57 kunjungan, rohil 187 kunjungan. Kabupaten kota lain belum mengirimkan laporan per 29 juli 2019, ini data yang kami terima,” kata Yohanes, Selasa (30/7).

Menurut Yohanes, pihaknya akan terus berkoordinasi nenyampaikan laporan kejadian penyakit akibat dampak kebakaran hutan dan lahan. Laporan ini setiap hari akan diteruskan keDiskes juga melakukan promosi kesehatan bila ISPU sudah diatas 100 sd 200 keluarga rentan seperti bayi, balita dan ibu hamil untuk tidak kekuar rumah.

“Bagi anak sekolah disarankan menggunakan masker. Mohon maskernya di bagikan ke kelompok tersebut melalui diskes kabupaten dan kota,”

Jika kekurangan masker, Kabupaten dan Kota disarankan mengajukan permintaan masker ke Dinkes Provinsi.

“Jadi surat edaran sudah kami sampaikan, edaran ini bersifat resmi dari dinkes Riau disebabkan situasi berkembang sangat cepat,” kata Yohanes.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan Jika asap dinilai sudah termasuk kategori membahayakan kesehatan anak didik, pihak sekolah diperbolehkan meliburkan aktivitas belajar mengajar dengan syarat harus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.

“Kalau ada sekolah mau meliburkan siswa akibat kabut asap, maka kepala sekolah harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan Disdik Kota Pekanbaru,” kata Abdul Jamal.

Jamal mengatakan, meski kabut asap sudah beberapa hari menyelimuti Kota Pekanbaru namun hingga saat ini Disdik Pekanbaru belum ada satupun sekolah yang mengajukan libur belajar mengajar karena adanya kabut asap. Termasuk juga laporan sekolah yang memulangkan siswanya lebih cepat.

“Kita belum menerima laporan ada siswa yang dipulangkan karena kabut asap hari ini. Untuk itu, ke depan harapan kami kepada pihak sekolah dapat berkoordinasi dengan Disdik Pekanbaru,” paparnya.

Ditambahkannya lagi, untuk mengantisipasi kabut asap, dirinya telah menyarankan kepada para guru dan juga siswa untuk menggunakan masker.

“Imbauan saya supaya siswa dan guru bisa menggunakan masker. Siswa dan guru juga kita imbau untuk bisa mengurangi aktifitas di luar ruangan,” tambahnya.

Seperti yang diketahui, kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru sejak pagi tadi. BMKG Stasiun Pekanbaru bahkan menyebutkan kabut asap membuat jarak pandang berkurang menjadi 4 kilometer.(nie)

Comments

Pos terkait