826 Warga Kena ISPA

  • Whatsapp

 

PEKANBARU (HR)- Sebanyak 826 masyarakat di tiga kabupaten sudah terdampak Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap yang menyelimuti provinsi Riau belakangan ini.

Bacaan Lainnya

Data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Riau, tiga daerah itu yakni Pelalawan terdapat 582 orang, Bengkalis 57 orang, dan Rokan Hilir 187 orang. Sedangkan kabupaten/kota lainnya belum mengirim laporan. Demikian disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Keseharan Provinsi Riau, Yohanes, Selasa (30/7)

Pihaknya terus melakukan pemantauan penyakit ISPA akibat kabut asap. Karena masalah ISPA sifatnya dinamis, apalagi hari ini kabut asap timbul lagi menyelimuti Riau. Dari laporan dari kabupaten, sebut dia, penyakit ISPA yang dikeluhkan masyarakat masih tergolong normal. Artinya belum terlalu signifikan bahayanya, namun tetap harus ditangani. “Kemarin kita pantau empat Puskesmes di Pekanbaru, belum ada laporan penyakit ISPA yang kronis. Baru sebatas asma atau akut biasa,” katanya.

Meski demikian, pihaknaya telah mengirim surat edaran ke Puskesmas kabupaten/kota untuk menyampaikan laporan terkait ISPA akibat kabut asap. “Kita sudah intruksikan ke Puskesmas, sehingga apa-apa yang menjadi keluhan Puskesmas terkait ISPA bisa segera kita atasi,” ujarnya.

Kemudian pihaknya juga minta Puskesmas melakukan penyuluhan kepada masyarakat khusus kepada usia rentan, ibu hamil, balita, bayi dan lansia. “Kalau ISPU kualitasnya 100-200 kita sarankan kelompok itu lebih baik di rumah saja. Kalau terpaksa harus keluar rumah harus menggunakan masker,” paparnya. Selain itu, tambah dia, jika Puskesmas kekurangan masker diingatkan agar segara minta ke provinsi atau kabupaten/kota.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat kenaikan titik panas yang signifikan di provinsi Riau dibanding hari sebelumnya. Satelit mendeteksi 60 titik panas dengan level konfidence di atas 50 persen.

Hal ini disampaikan oleh Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin, Selasa (30/7). Ia menjelaskan, 60 titik panas tersebut tersebar di 8 wilayah dengan sebaran terbanyak di kabupaten Pelalawan. “Rinciannya, di Bengkalis terpantau 2 titik, Pelalawan 30 titik dan Rokan Hilir 8 titik. Sementara Kampar Kuansing dan Siak masing-masing satu titik. Indragiri Hilir 15 titik dan Indragiri Hulu 2 titik,” ujar Bibin.

Ia mengatakan, dari jumlah tersebut 33 titik diantaranya dipastikan adalah kebakaran hutan dan lahan. Hal ini karena 33 titik tersebut memiliki level konfidence di atas 70 persen, jadi bisa dipastikan itu adalah titik api. “Titik api itu terpantau di Bengkalis 2 titik, Kampar satu, Pelalawan 19, Rokan Hilir 5, Indragiri Hilir 5 dan Indragiri Hulu satu titik,” cakapnya.

Disampaikan Bibin, untuk jarak pandang (visibility) di beberapa wilayah juga terpantau terbatas. “Di Pekanbaru yakni hanya 4 Kilometer. Selanjutnya Dumai, Pelalawan dan juga Inhu masing-masing jarak pandangnya 5 Kilometer,” ungkap Bibin.

Untuk Pekanbaru lanjut Bibin, jarak pandang yang terbatas tersebut disebabkan percampuran antara asap dengan titik-titik air. Tapi untuk asapnya juga tidak terlalu signifikan karena tidak sampai mengganggu penerbangan. “Kondisi seperti ini biasanya hanya sampai matahari muncul dan jarak pandang akan semakin membaik ketika semakin siang,” pungkasnya.(ckp)

Comments

Pos terkait