Syamsuddin Lolos dari Hukuman Mati

  • Whatsapp
Sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa Syamsuddin di PN Pekanbaru

PEKANBARU (HR)- Untuk sementara, Syamsudin masih lolos dari hukuman mati. Dia yang didakwa atas kepemilikan narkotika jenis sabu dan ekstasi seberat 98 kilogram itu hanya dihukum seumur hidup, tidak hukuman mati sebagaimana tuntutan Jaksa.

Demikian terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (29/7). Adapun agenda sidang adalah pembacaan putusan oleh majelis hakim yang diketuai Nurul Hidayah.

Bacaan Lainnya

Saat menghadapi putusan, Syamsudin terlihat mengenakan baju putih dibalut dengan rompi warna oranye ini. Selain itu, kacamata bening dan kopiah warna hitam tidak lepas dari pria berusia 49 tahun itu. Pembacaan putusan disampaikan majelis hakim secara bergantian. Satu persatu pertimbangan hukum disampaikan majelis hakim di persidangan yang dikawal ketat aparat Kepolisian bersenjata lengkap di luar ruang sidang.

Menurut hakim, perbuatan terdakwa telah terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Menyatakan terdakwa Syamsuddin bersalah melakukan tindak pidana narkotika dan menjatuhkan hukuman seumur hidup,” ujar Hakim Ketua, Nurul Hidayah, dalam amar putusannya.

Adapun hal yang memberatkan hukuman, perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan peredaran narkoba. Tindakan terdakwa, kata Hakim, juga merusak generasi muda. Usai menjatuhkan vonis, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menanggapinya, menolak atau menerima putusan tersebut. Syamsuddin pun diminta untuk berkoordinasi dengan penasehat hukumnya.

Tak lama kemudian, penasehat hukumnya pun menyampaikan menerima atas hukuman seumur hidup tersebut. “Terima yang mulia,” kata penasehat hukumnya.

Sikap berbeda ditunjukkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyatakan pikir-pikir selama 7 hari. “Pikir-pikir yang mulia,” ucap Jaksa Tengku Harly dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Untuk diketahui Syamsuddin ditangkap oleh tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau di depan sebuah ruko di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan pada 18 November 2018 lalu. Saat itu diamankan barang bukti narkotika berupa sabu-sabu seberat 29 gram.

Syamsuddin sempat menjadi buron selama dua tahun setelah BNN Provinsi Riau menangkap Edo Ronaldi dan Idrizal Efendi. Kedua rekan terdakwa sudah divonis pengadilan. Dalam persidangan Edo dan Idrizal terungkap, pada 4 Agustus 2016, bersama Syamsuddin diperintahkan Iwan (DPO) menjemput narkoba di sebuah pelabuhan tikus di Batu Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Saat ditangkap, petugas mengamankan 73 kilogram sabu-sabu dan puluhan ribu butir pil ekstasi seberat 25 kilogram dengan total barang bukti 98 kilogram. Saat itu Syamsuddin berhasil kabur dan jadi target BNN Provinsi Riau.(dod)

Comments

Pos terkait