Polda Dalami TPPU Telusuri Aset Satriandi

  • Whatsapp
beberapa barang bukti dan aset yang disita

PEKANBARU (HR)- Meski telah tewas, tidak semua perkara Satriandi gugur demi hukum. Adalah tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang masih akan ditelusuri pihak kepolisian.

Kuat dugaan, aset dan kekayaan yang dimiliki pecatan Polri merupakan hasil dari bisnis narkoba yang dilakoninya selama ini. Satriandi merupakan salah satu target operasi yang paling dicari pihak kepolisian sejak yang bersangkutan memilih kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru pada 2017 lalu. Sejak saat itu, petugas terus memburu pecatan anggota Polri yang pernah bertugas di Rokan Hilir (Rohil) itu.

Bacaan Lainnya

Hasilnya, dia terlacak berada di sebuah rumah di Jalan Sepakat Perumahan Palma Residence Blok A Nomor 6, Jalan Sepakat, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, dalam 1 bulan terakhir.

Polisi kemudian melakukan pengintaian. Pada Selasa pagi, penggerebekan pun dilakukan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau. Saat hendak ditangkap, para tersangka melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata api ke arah petugas. Melihat hal itu, Polisi tak tinggal diam, dan membalas serangan tersebut.

Hasilnya, Satriandi dan seorang rekannya Ahmad Royand tewas di tempat. Sementara tersangka lainnya, Randi Novrianto, berhasil diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak Kepolisian. Satriandi merupakan gembong narkoba lintas negara. Dia dipecat sebagai anggota Polri karena tersangkut kasus narkoba pada tahun 2015. Adapun pangkat terakhirnya adalah Brigadir. Dipecat sebagai abdi negara, tidak membuat Satriandi jera.

Sejumlah aksi-aksi kejahatan dilakukan setelah itu. Seperti tahun 2015 dia terlibat penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Loncat dari lantai 8 salah satu hotel saat hendak ditangkap. Lalu 2017 dia tersangka pembunuhan dengan senjata api dan divonis 12 tahun penjara. Saat ditahan di lapas itu lah dia memilih kabur.

Berhubung telah tewas, sanksi pidana itu gugur demi hukum. Meski begitu, pihak kepolisian masih berupaya menjeratnya dengan TPPU. Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto tidak menampiknya. Namun, kata dia, pihaknya akan melakukan penyelidikan terlebih dulu. “Semua kemungkinan itu perlu kita dalami. Kalau ada indikasi ke sana (TPPU, red) akan kita kejar,” ujar Sunarto kepada Haluan Riau, Senin (29/7).

Untuk menjerat dengan TPPU, penyidik diyakini akan berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK). Hal ini, untuk mengetahui transaksi keuangan yang dilakukan Satriandi selama ini. Hal itu dikuatkan dengan barang bukti berupa 31 buku tabungan, delapan lembar kartu anjungan tunai mandiri (ATM), dua unit kendaraan roda empat, serta kertas bukti transferan dari berbagai bank. “Jika ditemukan bukti yang cukup, kita terapkan TPPU-nya,” imbuh mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) itu.

Untuk diketahui, dalam penyergapan Satriandi belum lama ini, Polisi menemukan sejumlah barang bukti lainnya. Seperti 2 pucuk senjata api laras panjang kaliber 5.56 lengkap dengan teropong bidik dan peredam, tiga pucuk senjata api genggam jenis pistol, tiga buah magazin, dan sebuah granat aktif juga diamankan 668 butir peluru aktif mulai dari kaliber 8, kaliber 9, kaliber 32, kaliber 38, kaliber 5.56 dan bentuk bulat atau gotri. Selain itu, ada juga sepucuk Per Gun bentuk trisula, 1 unit radio Motorolla, 4 unit handphone, 6 buah KTP, 7 buah paspor, dan sebuah kamera digital.

Turut disita sebuah borgol, 2 buah alat hisap sabu (bong), 31 lembar uang pecahan Rp50 ribu, 2 buah rompi pelindung, sarung pancing dan senjata, 2 buah kotak senjata, 3 buah tas sandang, dan 3 buah dompet. Terkait kepemilikan senjata api dan dugaan pidana lainnya, terhadap Satriandi akan dihentikan penyidikannya. “Tersangkanya sudah meninggal. Kita lakukan SP3,” pungkas Sunarto.

Untuk diketahui, Satriandi menyandang status buron sejak tahun tahun 2017 lalu, karena kabur dari Lapas Pekanbaru. Namanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), dan menjadi target utama penangkapan pihak kepolisian. Satriandi sendiri merupakan narapidana 12 tahun dalam kasus pembunuhan dengan senjata api. Dia juga terlibat kasus narkoba pada tahun 2014, dengan barang bukti 8.000 butir ekstasi.(dod)

Comments

Pos terkait