Gubri Pastikan Tidak Ada Jual Beli Jabatan

  • Whatsapp
GUBRI SYAMSUAR

PEKANBARU (HR)- Gubernur Syamsuar, mulai menunjukkan sinyal untuk merubah kinerja Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Peovinsi Riau untuk menjalankan roda pemerintah sesuai dengan visi misinya. Dimana Gubernur akan melantik pejabat eselon II, III, dan IV, pada bulan Agustus.

Dalam penunjukan pejabat di lingkungan Syamsuar, menegaskan ia akan selektif dalam menunjuk pejabat. Selama proses penunjukan pejabat ini Gubri juga memastikan tidak akan ada jual beli jabatan, bahkan Gubri juga telah melakukan komunikasi dengan Polda Riau dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memastikan tidak akan ada jual jabatan di lingkungan Pemprov Riau. “Jadi jangan coba-coba ada jual beli jabatan. Saya dengan tegas sampaikan ke Polda Riau dan KPK, selama hidup saya memimpin tidak pernah melakukan jual beli jabatan,” tegas Gubri, Senin (29/7).

Bacaan Lainnya

Gubri menegaskan, jika nanti ada oknum jual-jual nama Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, tegas Syamsuar, siap-siap akan dicari pihak Kepolisian. Ia juga berharap bagi masyarakat yang memberi informasi adanya jual beli jabatan di lingkungan Pemprov Riau harus berani menyampaikan pelakunya. “Misalnya mengaku keluarga gubernur dan orang dekat gubernur. Nanti akan ada sanksinya kalau memang terbukti. Kemarin sudah ada beberapa kali menyampaikan ke saya, tapi dia tak berani menyebut orangnya. Jangan menyampaikan tanpa bisa membuktikan. Jadi harus jelas ada bukti dan tidak bisa kata orang,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah menjabat selama 6 bulan sebagai Gubernur Riau, Syamsuar segera akan mengevaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau. Gubri mewacanakan akan memutasi pejabat eselon II, III dan IV, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selain mengevaluasi pejabat, masih ada jabatan kosong untuk seluruh eselon. Dimana jabatan banyak yang kosong karena pejabat bersangkutan pensiun, sehingga perlu dilakukan pengisian jabatan. Untuk jabatan pejabat eselon II tercatat ada 7 jabatan yang kosong, dan saat ini diisi pelaksana tugas (Plt). Kemudian tahun ini akan bertambah menjadi 9 jabatan lagi, karena dua pejabat eselon II akan memasuki masa pensiun 60 tahun.

Ke-7 jabatan kosong itu di antaranya, Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Hukum, Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Pembangunan dan Infrastruktur, Asisten II Setdaprov Riau, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau, Kepala Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Riau, Kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Riau, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

Sementara itu, untuk menentukan pejabat eselon II Gubri akan membuka asesment pejebata, dan akan menunjuk Panitia seleksi (Pansel). Sebelum penetapan Pansel asesment harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri.(nur)

Comments

Pos terkait