Minions Berjaya, Jojo Tumbang

  • Whatsapp

TOKYO (HR)- Laju ganda putra terbaik Indonesia saat ini, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, belum terhenti. Duet berjuluk the Minions ini kembali merebut gelar juara di Japan Open 2019.

Dalam laga final yang berlangsung Minggu (28/7) di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Minions mengalahkan rekan senegaranya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, 21-18 dan 23-21. Selain menjadi penyelamat bagi Indonesia, karena dari tiga nomor final hanya berhasil meraih satu gelar juara, the Minions juga menorehkan prestasi gemilang dengan mencetak hattrick di ajang turnamen bulu tangkis BWF level Super 750 ini. Sebelumnya pada 2017 dan 2018, Kevin/Marcus juga menjadi yang terbaik.

Bacaan Lainnya

Partai final yang mempertemukan dua ganda putra terbaik ini merupakan ulangan laga final turnamen Indonesia Open 2019 yang berlangsung di Jakarta pekan lalu. Seperti dalam laga sepekan lalu, Minions masih belum mampu ditandingi oleh seniornya ini. Kevin menyambut gembira keberhasilannya mencetak hattrick ini. “Kami senang bisa hattrick di turnamen ini. Tentang permainan tadi, di gim kedua kami bikin banyak salah tapi kemudian kami bisa menguasai, secara keseluruhan hari ini kami bisa menunjukkan penampilan terbaik kami.”

Kevin menambahkan, target selanjutnya adalah kejuaraan dunia. “Kami mau juara di kejuaraan dunia, tapi kami mau fokus satu demi satu pertandingan dulu.”Sementara, Marcus menilai laga ini lebih berat dari pertandingan pekan lalu di Istora Senayan Jakarta. “Pekan lalu kami bertemu Hendra/Ahsan juga, tapi sekarang lebih berat karena mereka tidak mudah dimatikan, tidak mudah menembus mereka.”

Adapun Hendra mengakui keunggulan juniornya tersebut dan terus berusaha mencari solusi untuk membalas di kesempatan lainnya. “Kalah lagi dari Kevin/Marcus, ya nggak apa-apa. Kami akan tetap cari solusi bagaimana bisa mengalahkan mereka. Mereka unggul dari segi kecepatan.”

Ahsan pun tetap mensyukuri hasil ini. Apalagi ia dan Hendra sempat punya peluang menang. “Main kami enak, bisa mengimbangi permainan lawan. Kami juga sudah memimpin poin 20 duluan, tapi di akhir mereka lebih inisiatif. Kami berharap bisa tembus juara, bisa revans dari Kevin/Marcus. Kami berharap bisa tampil lebih stabil,” jelasnya.

Dengan hasil ini, Indonesia meraih satu gelar juara sama dengan tahun lalu. Tuan rumah Jepang menjadi peraih gelar terbanyak melalui tunggal putra Kento Momota dan tunggal putri Akane Yamaguchi. Korea dan China juga sama dengan Indonesia meraih satu gelar. Korea di nomor ganda putri melalui Kim So Yeong/Kong Here Yong dan China juara di ganda campuran lewat Wang Li Lyu/Huang Dong Ping.

Jojo Tumbang
Tunggal putra Indonesia Jonatan ‘Jojo’ Christie kalah dari Kento Momota 16-21 dan 13-21 pada final Japan Open 2019 yang berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Minggu (28/7).

Pertandingan berlangsung ketat di awal gim pertama. Baik Jojo dan Momota sering melakukan kesalahan sendiri hingga kedudukan imbang 2-2. Sebuah reli panjang terjadi yang kemudian ditutup permainan net apik Jojo untuk meraih keunggulan 4-2.

Jojo terlihat bermain dengan sabar di awal gim pertama dan reli-reli panjang sering terjadi. Momota sendiri berusaha menampilkan permainan cepat dan usaha itu berhasil. Sebuah smes-smes kencang Momotor berhasil membuat kedudukan imbang 5-5. Jojo tidak khawatir ketika Momota sempat unggul 7-5. Lewat permainan net yang cukup menawan, Jojo kembali berhasil menyamakan kedudukan 8-8. Sayang, Jojo sering melakukan kesalahan sendiri dan tertinggal 8-11 di interval gim pertama setelah smes yang dilakukannya tidak melewati net.

Lewat permainan cepat dan smes-smes menyilang, Momota mulai unggul jauh hingga 15-10 atas Jojo. Sebaliknya, Jojo tidak mampu meladeni permainan cepat dan sering melakukan kesalahan sendiri. Perlahan tapi pasti Momota mulai unggul jauh atas Jojo hingga 18-12. Sebuah permainan net yang salah membuat Jojo semakin tertinggal 13-19 dari Momota. Tidak lama berselang smes Jojo tidak melewati net untuk membuat kedudukan 20-13 untuk Momota.

Momota kemudian mengakhiri gim pertama dengan keunggulan 21-16 setelah smes kencang yang dilakukan tunggal putra nomor satu dunia itu tidak mampu dikembalikan Jojo. Di awal gim pertama Jojo berusaha keras mengimbangi permainan Momota dan tidak membiarkan wakil tuan rumah itu unggul jauh. Namun, kesalahan-kesalahan yang dibuat Jojo membuat pebulutangkis 21 tahun itu terus tertinggal dari Momota.

Sebuah permainan net yang tidak akurat dari Jojo membuat Momota unggul 8-5. Jojo sempat bangkit dengan melakukan sejumlah drop shot indah dan mendekat 8-9. Namun, Jojo kembali membuang poin secara cuma-cuma dan Momota menutup interval gim kedua 11-8 setelah pengembalian Jojo keluar lapangan.

Dua kali pengembalian servis dari Jojo yang salah kemudian membuat Momota unggul 13-8. Momota langsung tancap gas hingga unggul 17-8. Jojo baru mampu meraih poin usai interval setelah backhand menyilang tidak mampu dikembalikan Momota. Setelah tertinggal delapan angka, 12-20, Jojo akhirnya kalah 13-21 pada laga final setelah smes yang dilakukannya tidak melewati net.(rol)

Comments

Pos terkait