Kepala PNRI Puji Buku ‘Mimpi yang Terunda’

  • Whatsapp

PEKANBARU (HR)- Buku “Mimpi yang Tertunda” mendapat pujian dari Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muh Syarief Bando, Sabtu (27/7). Buku karangan siswa Sekolah Dasar tersebut sudah beredar dalam Kabupaten Bengkalis sebanyak 2.000 eksemplar.

Hafizotul Akmal, ialah pengarangnya. Anak yang lahir pada tanggal 27 Juli 2010 tersebut, mempunyai kegemaran menulis, membaca bahkan membuat puisi sekalipun. Tidak hanya itu, anak dari pasangan Akmal Yadi dan Supartina mempunyai berbagai prestasi di sekolahnya, antara lain, Juara pertama dalam Lomba Doa Harian, Juara Dua dalam lomba bacaan Salat dan Wudhu. Serta peringkat teratas dalam lomba menulis Cerpen. Dan juga berprestasi dalam hal bidang akademik, dikelas peringkat ke lima.

Bacaan Lainnya

Dengan sedikit raut malu, Hafiza sapaan akrabnya menceritakan tentang buku karangan itu. Berawal dari kisah yang dia alami sendiri, menabung dari sisa uang jajan demi membeli Sepeda yang selama ini di impikannya. Namun, ditengah menanti harapan itu terwujud. Nasib malang menimpa dirinya, tabungan miliknya hilang. Kendati demikian, semangatnya tidak hilang. Dia kembali menabung mengumpulkan recehan sisa uang jajan hingga bisa mewujudkan keinginan. “Buku nya bercerita tentang kesabaran, usaha. Dan jangan mudah berputus asa,” jawab dia dengan senyum.

Di samping itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bengkalis, Suwarto turut bangga dengan karya anak didik SDN 19 Tanjung Kapal tersebut. Sebab, setelah ini Hafiza akan meluncurkan buku kedua nya yang berjudul ” Guruku adalah Orang Tua Yang Kedua”. “Sebenarnya banyak penulis dari daerah kita, kali ini kedatangan penulis cilik yang umurnya 9 Tahun. Tentu menjadi kebanggan tersendiri kan”, ujar Suwarto saat ditanyai di Bilik Tenas Effendy, Pustaka Wilayah Soeman HS.

Di sisi lain, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muh Syarief Bando memberikan apresiasi terhadap buku karya anak umur 9 Tahun tersebut. “Saya mempunyai prinsip begini, setiap orang yang pandai membaca serta menulis, akan saya berikan apresiasi berupa uang, sehingga dia percaya bahwa orang yang mempunyai intelijensi itu lebih tinggi dari pada orang yang bekerja dengan fisik,” jawabnya tegas.(mal)

Comments

Pos terkait