Asap Kembali Selimuti Langit Bumi Melayu

  • Whatsapp

 

Bau asap yang cukup kuat mulai terasa sejak beberapa hari belakangan di Kota Pekanbaru. Bau tersebut ditenggarai akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di hampir seluruh wilayah Riau. Bahkan pada Minggu (28/7) kemarin, dari pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG), tercatat 61 hotspot di Riau.

Bacaan Lainnya

Dari 61 hotspot tersebut 30 level confidance di atas 70, di antaranya terbanyak di Kabupaten Pelalawan 20 titik, Kuantan Singingi 1 titik, Rokan Hulu 3 titik, Siak 2 titik, dan Indragiri Hulu 2 titik. Sedangkan daerah lainnya di bawah 50 persen, Meranti 1 titik, Kampar 1 titik, Rohil 1 titik, dan Inhil 6 titik.

61 hotspot tersebut terpantau pada pukul 06.00 WIB, dan pada pukul 07.00 WIB seluruh wilayah Riau diguyur hujan lebat. Hujan lebat ini menghilangkan menghilangkan 61 hotspot yang terjadi pada pagi hari, dan hingga sore hari pukul 17.00 WIB nihil hotspot di wilayah Riau.

Hujan yang tak kunjung turun dalam seminggu ini menyebabkan terjadi Karhutla di wilayah Riau. Tim satuan tugas darat dan udara Karhutla terus berjibaku melakukan pemadaman kebakaran di seluruh wilayah yang terbakar.

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Riau terdapat 10 daerah yang sedikit sulit untuk memadamkan Karhutla. Daerah tersebut di antaranya, Rohul, Rohil, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Inhu, Inhil dan Kuansing.

Kesulitan tersebut terjadi karana sulitnya mencari air terdekat di lokasi kebakaran oleh tim darat. Untuk mengatasinya pemadaman harus dilakukan dengan water bombing oleh satgas udara menggunakan helikopter.

Kondisi angin yang cukup kencang membuat tim satgas kewalahan. Di samping itu potensi bahan yang mudah terbakar juga cukup banyak, seperti ilalang dan gambut. Memang angin kencang membuat api cepat menjalar di tanah gambut yang kondisi kering. Dan kondisi ini hampir merata di lokasi yang terbakar saat ini. Lahan gambut kalau tak ada air kan kering, kalau sudah terbakar kena angin capat menjalarkan.

Sementara kondisi udara di Pekanbaru sepanjang Minggu terasa berbeda. Ada bau asap menusuk hidung ketika membuka pintu rumah. Tak hanya itu, langit juga tampak diselimuti asap gelap.

Bahkan pada Minggu sore, di jalan sekitaran gedung perkantoran Gubernur Riau berjatuhan material abu bekas kebakaran.

Comments

Pos terkait