Tiga Kabupaten Mulai Hadapi PHPU di MK

  • Whatsapp
Komisioner KPU Riau, Nugroho Noto Santoso (kiri) memberikan penjelasan tentang perkembangan Demokrasi Indonesia dalam Forum Taman Bacaan Masyarakat, di RTH Putri Kaca Mayang, Minggu 28 Juli 2019. (mal)

PEKANBARU (HR)-Dalam rangka menghadapi sidang pemeriksaan saksi dan alat bukti pada pekan depan di Mahkamah Konstitusi (MK). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau optimis bisa menjawab pertanyaan, sebab telah mempersiapkan diri untuk menghadapi persidangan itu.

Sebelumnya, minggu lalu bersama tiga KPU kabupaten, KPU Riau telah menggelar rapat koordinasi. Tiga KPU kabupaten tersebut ialah KPU Siak, KPU Bengkalis, KPU Indragiri Hilir. Yang merupakan KPU yang lanjut ke persidangan pemeriksaan saksi dan alat bukti perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di MK.

Komisioner KPU Riau, Nugroho Noto Susanto menjelaskan bahwa saat ini ada tiga kabupaten yang sudah memasuki tahap sidang pemeriksaan, Bengkalis, Siak dan Indragiri Hilir (Inhil).

“Masih ada enam hasil Pemilu tingkat Kabupaten/kota di Riau yang masih berurusan dengan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) tingkat DPRD kabupaten/kota”, kata Nugie saat ditemui dalam Forum Taman Baca Masyarakat (TBM), Minggu (28/7).

Selain itu, dikatakan Nugie sapaan akrabnya, Kamis (25/7) lalu, KPU telah datang ke Jakarta untuk melengkapi alat bukti dan telah konsultasi dengan pengacara KPU dalam menyempurnakan alat bukti.

“Alat bukti itu ada macam macam ya, ada rekapitulasi tingkat Kabupaten, rekapitulasi tingkat Provinsi dan itu telah kita berikan kepada pengacara KPU di Jakarta”, terang dia.

Lebih lanjut, dijelaskannya, KPU Riau akan menghadiri persidangan nantinya, serta turut menghadirkan para saksi yang diperlukan.

“InsyaAllah kita [KPU, red] siap menghadapi persidangan. Kita persiapkan segala sesuatunya, juga para saksi”, ungkapnya optimis.

Nantinya, ada beberapa saksi yang akan memberikan kesaksian lewat video conference (Vidcon) di Kampus Universitas Riau (UR).

“Memang ada beberapa saksi nanti lewat Vidcon di Fakultas Hukum UR, karena disitu ada lab yang memungkinkan mendukung untuk teknis nya”, tutupnya.(mal)

Comments

Pos terkait