Pekanbaru Diprediksi jadi Langganan Banjir

  • Whatsapp
Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amriel

PEKANBARU (HR)- Dari rapat dengar pendapat atau hearing yang digelar oleh Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Kamis (25/7) siang diketahui, anggaran yang diperuntukkan PUPR tahun 2020 untuk penanaganan banjir sangat kecil yakni hanya Rp2,2 miliar dari Rp182 miliar yang diperuntukkan bagi PUPR.

Anggaran terbesar menurut Roni Amriel Anggota DPRD Pekanbaru masih berfokus kepada pusat perkantoran Tenayan Raya. “Saya kira, anggaran Rp2,2 miliar sangat mengecewakan masyarakat kota Pekanbaru dan tidak cukup untuk menangani masalah banjir. Dengan adanya korban jiwa terkait banjir yang terjadi dikota Pekanbaru, hal ini harus menjadi perhatian serius pemerintah Kota Pekanbaru dalam mengatasi banjir di Kota Pekanbaru ini,” ungkap Roni Amriel.

Seharusnya menurut Politisi Golkar ini, dana untuk penanganan banjir lebih besar, karena persoalan banjir dan dampaknya akan bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat banyak. “Komisi empat akan bahas lebih lanjut dengan Banggar DPRD Kota Pekanbaru agar persoalan ini jelas kerangka acuan kita untuk mengusulkan master plan banjir dan planning lainnya, sehingga persoalan banjir yang dihadapi masyarakat dapat teratasi,” ungkap Roni Amriel.

Tak hanya persoalan banjir, persoalan anggaran untuk pemeliharaan jalan dan jembatan hingga saat ini belum bisa teratasi dengan maksimal. “Anggaran untuk perbaikan jalan yang dianggarkan Rp8,9 miliar juga tidak cukup. Bayangkan berapa banyak jalan berlubang di Pekanbaru yang belum teratasi, berapa banyak jalan yang rusak yang tidak layak ditempel dan harus diaspal ulang, belum lagi perbaikan dan pemeliharaan jembatan maka kita nilai tidak cukup,” beber Roni lagi.

Jadi, tambah Roni. dengan anggaran Rp 182 Miliar tersebut tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat Kota Pekanbaru. “Dari anggaran Rp182 miliar ini harusnya ditambah lagi sekitar Rp55 miliar lagi agar beberapa persoalan yang terjadi di tengah masyarakat bisa teratasi dan terselesaikan. Kalau nantinya anggaran Rp 182 miliar masih tetap, maka pemerintah Kota Pekanbaru perlu mencari solusi, apakah memangkas anggaran yang ada di OPD lain atau adanya penekanan target PAD yang harus dicapai. Kalau tidak tercapai, maka Kota Pekanbaru pada 2020 aku tetap dilanda banjir,” pungkas Roni.(hrc)

Comments

Pos terkait