Kejati Hentikan Penyelidikan

  • Whatsapp
ILUSTRASI Tabung Elpiji

PEKANBARU (HR)- Satu lagi perkara yang dilidik Kejaksaan Tinggi Riau dihentikan, yaitu dugaan penyimpangan pengisianelpiji bersubsidi ke tabung nonsubsi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji.

Penghentian pengusutan perkara itu dilakukan setelah tim penyelidik melakukan gelar perkara setelah memastikan proses klarifikasi rampung. Gelar perkara itu dilakukan pekan lalu. Adapun hasilnya, penyelidik tidak menemukan adanya peristiwa pidana dalam perkara tersebut. “Tak ditemukan peristiwa pidana, maka penyelidikan dihentikan,” ujar Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Subekhan, Kamis (24/7).

Bacaan Lainnya

Selain itu, kata Subekhan, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau juga pernah melakukan peninjauan ke lapangan. Dalam kunjungan tersebut, polisi menyatakan tidak ditemukan adanya kontruksi yang menyalahi aturan dalam penyaluran gas elpiji tersebut. “Lid (penyelidikan, red) Polda (Riau), tidak ditemukan (penyimpangan). Mau tidak mau kita ikuti hasil lid Polda,” sebut dia.

Atas kondisi itu, sebut Aspidsus, penanganan perkara tidak bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan. Sebelumnya, dalam pengusutan perkara ini, sejumlah pihak telah diundang untuk dilarifikasi. Di antaranya, perwakilan PT Pertamina, Direktur PT Sinar Aditama, Amrin AA Pane.

Khusus nama yang disebutkan terakhir dipanggil pada Senin (25/2) lalu, dimana saat itu Amrin tidak datang sendirian, melainkan didampingi lima orang rekannya. Satu di antara diketahui dari Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Minyak dan Gas (Migas). Selain itu, penyelidik juga mengundang Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Yulwiriati Moesa serta sejumlah agen elpiji yang ada di Provinsi Riau. (dod)

Comments

Pos terkait